Breaking News:

Berita Ponorogo Hari Ini

Tak Ada Panas, Petani Tembakau di Ponorogo Merugi

Petani tembakau merugi karena tembakau hasil panen banyak yang busuk di Ponorogo.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sofyan Candra
Petani tembakau di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo 

Laporan Wartawan: Sofyan Arif Candra

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Petani tembakau merugi karena tembakau hasil panen banyak yang busuk di Ponorogo.

Seperti yang dialami Boyadi, petani tembakau di Desa Sendang, Kecamatan Jambon.

Tembakau hasil panennya banyak yang ia buang lantaran sudah membusuk.

Hal tersebut terjadi lantaran turunnya hujan yang tidak sesuai dengan prediksi para petani.

"Hujan terus-menerus, dan tidak ada panas. Padahal tembakau hasil panen sudah dirajang dan ditaruh di tempat penjemuran," kata Boyadi kepada SURYAMALAN.COM, Selasa (16/11/2021).

Petani tembakau sangat bergantung pada panas matahari untuk mengeringkan hasil panennya sebelum dijual.

"Tembakaunya kehujanan terus. Padahal kalau sudah layu terus kena air, tembakau pasti busuk, tidak tidak laku karena sudah tidak bisa diolah," lanjutnya

Boyadi mengaku rugi jutaan rupiah lantaran tembakaunya tidak bisa dijual dan hanya dijadikan pupuk organik untuk tanamannya yang lain. 

"Saya sekali jemur itu sekitar 3 bal, harganya bisa empat jutaan, padahal kita biasanya beberapa kali jemuran," terang Boyadi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved