Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Segera Digelar, Surabaya Fashion Parade 2021 Angkat Tema Ciclo, Komitmen Usung Sustainable Fashion

SURYA - Segera Digelar, Surabaya Fashion Parade 2021 Angkat Tema Ciclo, Komitmen Usung Sustainable Fashion

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
Model memeragakan busana yang nantinya akan diperagakan pada Surabaya Fashion Parade 2021 dalam sesi jumpa pers, Jumat (19/11/2021). 

SURYAMALANG.COM - Surabaya Fashion Parade (SFP) 2021 segera digelar pada 2-5 Desember mendatang. Di usia ke 14 tahun ini, SFP mengusung tema Ciclo untuk mewarnai ajang fashionnya.

Helatan fashion show yang digagas oleh Dian Apriliana Dewi ini memang tak pernah absen untuk hadir. Ditambah lagi, SFP juga diresmikan oleh Pemerintah Kota Surabaya menjadi salah satu ajang perayaan HUT Kota Surabaya.

"SFP biasanya kita gelar serangkaian dengan HUT Kota Surabaya di bulan Mei. Tapi tahun ini kami helat di penghujung tahun mengingat situasi dan kondisi," ujar Dian selaku Fonder SFP, Jumat (19/11/2021)

Sebagai ajang fashion kenamanaan, Dian ingin SFP terus membersamai para desainer untuk tetap berkarya. Terutama, dalam kondisi pandemi yang membawa dampak besar bagi pelaku industri fashion.

"Even ini bertujuan untuk memberi wadah penggiat fashion mulai dari desainer, pengajar, pengrajin, model hingga siswa seklah fashion untuk terlibat. SFP tidak hanya menjadi event lokal, namun juga internasional," papar Dian.

Dian menuturkan, hadirnya SFP ini diharapkan mampu mmbawa kiblat baru dalam industri fashion tanah air. Sejak 2017 lalu, gelaran SFP bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) beserta para desainernya. Tujuannya supaya mampu menciptakan event fashion yang berbeda.

Sementara itu, Alben Ayub Andal dari IFC menjelaskan, SFP tahun ini mengusung tema 'Ciclo'. Berasal dari bahasa Italia, Ciclo artinya 'continuity' atau keberlanjutan

"Maknanya meski Covid-19 maih berlangsung, kehidupan masyarakat harus terus berlanjut termasuk industri fashion. Dengan harapan itu, SFP 2021 ini digelrmengusung konsep sustainability fashion sesuai tea Ciclo," Alben menjelaskan.

Alben mengatakan, selama pandemi banyak baju karya desainer yang menumpuk akibat perubahan kebutuhan komsumen. Baju-baju tersebut akan menjadi sampah fashion yang berbahaya jika tidak difungsikan.

"Maka dari itu melalui event ini kami mengajak para desainer untuk upcycle fashion dari busana mereka menjadi look baru yang sesuai tren. Bukan dari busana bekas ya, tapi busana baru yang diberi beberapa sentuhan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved