Dipecat dari Polisi Karena Setubuh dengan 3 Cewek dan Hamili 1 Cewek, Johanes Gugat Kapolda NTT

Johanes menggugat kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) NTT ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

Editor: Zainuddin
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM - Johanes menggugat kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) NTT ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

Pria yang sebelumnya berpangkat bripda itu tidak terima karena diberhentikan tidak dengan hormat alias dipecat dari dinas Polri.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto mengaku siap dengan gugatan tersebut.

"Silakan mengajukan gugatan ke PTUN. Itu hak dia melalui mekanisme yang berlaku. Polda NTT siap dan akan menyiapkan tim untuk menghadapi gugatan tersebut," kata Rishian, Minggu (21/11/2021).

Polda NTT telah menerima surat dari Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang nomor : 33/G/2021/PTUN-KPG tanggal 10 November 2021.

Johanes dipecat pada September 2021 sesuai surat Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) nomor : KEP/393/IX/2021.

"Dia melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri pasal 7 Ayat (1) huruf B, pasal 11 huruf C Peraturan Kapolri nomor : 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri," paparnya.

Keputusan pemberhentian dengan tidak hormat dari anggota Polri merupakan keputusan yang telah dilakukan secara cermat melalui beberapa proses persidangan sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan Polri.

"Polda NTT sudah melaksanakan proses yang benar. Setiap pelanggaran anggota selalu dilaksanakan pembinaan terhadap pelanggar untuk memperbaiki kesalahannya," ujarnya.

Jika pembinaan itu belum ada perbaikan, maka dilanjutkan dengan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Polda juga sudah melaksanakan banding ke KKEP dan sebelum Kapolda memutuskan PTDH telah melalui rapat dewan pertimbangan pimpinan dengan melibatkan pimpinan di masing-masing pimpinan satuan kerja.

Awal kasus bermula saat Johanes diketahui telah menghamili seorang wanita.

Sampai wanita itu melahirkan, Johanes tidak mau bertanggung jawab.

Bahkan Johanes menyuruh korban untuk menggugurkan kandungan dengan alasan akan mengganggu pekerjaannya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved