Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Terungkap Peran Pasangan Suami Istri Jadi Pelaku Perundungan dan Rudapaksa Siswi SD di Kota Malang

Dari keterangan polisi dan pihak kuasa hukum korban terungkap ada peran pasangan suami istri tetangga korban sebagai pelaku persetubuhan dan aniaya

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
Suryamalang.com/kolase
Kasus perundungan dan pencabulan pada anak yang bermula dari Video viral penganiaan gadis panti asuhan di Kota Malang melibatkan pasangan suami istri sebagai pelaku 

Selain mengungkap peran pasangan suami istri dalam peristiwa pencabulan itu, polisi juga mengungkap status sebenarnya pasangan suami istri itu.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkap fakta baru hasil penyelidikan.

"Jadi, motifnya yang kita dalami dari para terduga pelaku ini, karena adanya kekesalan karena melihat suaminya tidur dengan seorang perempuan (korban). "

"Dan dari sanalah, membuat kekesalan teman-teman istrinya. Sehingga, ini yang memicu kejadian terkait pengeroyokan tersebut," ujar Tinton nya kepada TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM), Selasa (23/11/2021).

Seusai para terduga pelaku diamankan dan dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa suami istri itu adalah pasangan nikah siri.

"Suami istri ini adalah pasangan nikah siri, belum secara resmi. Pernikahannya secara agama, bukan secara hukum Indonesia," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Tinton ini juga mengungkapkan, terduga pelaku dan korban saling mengenal.

Namun, tidak terlalu akrab berteman.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto didampingi Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari saat memberikan keterangan terkait update terbaru perkembangan penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan pelajar SD, Selasa (23/11/2021).
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto didampingi Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari saat memberikan keterangan terkait update terbaru perkembangan penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan pelajar SD, Selasa (23/11/2021). (TribunJatim/ Kukuh Kurniawan)

Disinggung terkait cara perkenalan korban dengan terduga pelaku hingga korban ditemukan tidur bersama dengan terduga pelaku, pihaknya enggan membeberkan lebih detail.

"Karena ini perkara anak, psikologis korban belum begitu stabil. Dan kami berupaya mendapatkan keterangan dari korban, setelah ada pendampingan dari Trauma Healing Polresta Malang Kota dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Malang," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved