Berita Malang Hari Ini

UPDATE Kasus Video Viral Perundungan dan Rudapaksa Siswi SD di Kota Malang, Siap Gelar Perkara

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota telah menangani 2 perkara dengan korban yang sama itu

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
TribunJatim/ Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto didampingi Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari saat memberikan keterangan terkait update terbaru perkembangan penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan pelajar SD, Selasa (23/11/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Polresta Malang Kota memberi keterangan resmi terkait update penanganan kasus perundungan dan persetubuhan atau rudapaksa pada anak dengan satu korban yang sama, yang merupakan siswi SD.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus yang dilaporkan setelah munculnya video viral perundungan dengan korban seorang anak perempuan 13 tahun yang merupakan anak Panti Asuhan itu menarik perhatian masyarakat.

Baca juga: Tragedi Kekerasan Pada Anak 13 Tahun di Kota Malang Terungkap Setelah Video Viral, Sempat Disekap

Usai melakukan penyelidikan secara intensif, Polresta Malang Kota membenarkan bahwa telah mengamankan 10 orang terduga pelaku pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap seorang pelajar SD.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota telah menangani dua perkara dengan korban yang sama.

"Yang pertama, perkara dugaan pencabulan terhadap korban yang sama. Lalu yang kedua, pengeroyokan ataupun merampas kemerdekaan orang, yang diketahui videonya telah viral," ujar Budi Hermanto , Selasa (23/11/2021).

Pria yang akrab disapa BuHer ini menjelaskan, kejadian itu berawal pada Kamis (18/11/2021) pagi. Di mana korban dibawa oleh seseorang ke suatu tempat, dan dilakukan persetubuhan.

Setelah itu, istri pelaku mengetahui kejadian tersebut dan membawa beberapa temannya untuk melakukan interogasi dan melakukan tindakan kekerasan terhadap si korban.

"Kejadian tersebut dilaporkan satu hari setelahnya. Dan setelah menerima laporan polisi, kami melihat kondisi psikis korban sangat terpukul. Sehingga, kita mencoba mendalami dari alat-alat bukti lain,"

"Lalu, tim yang dipimpin Kasat Reskrim melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti. Sehingga, kemarin kita mengamankan lebih kurang 10 orang terduga pelaku yang melakukan tindakan kekerasan dan persetubuhan," bebernya.

Selain mengamankan 10 orang terduga pelaku, pihaknya juga telah mengamankan beberapa barang bukti.

"Yaitu, pakaian yang digunakan oleh para terduga pelaku sesuai dengan video yang viral. Termasuk, handphone (HP) korban yang dirampas dan dijual oleh terduga pelaku. Selain itu, kami juga mengamankan satu HP yang digunakan untuk merekam (aksi penganiayaan) tersebut," jelasnya.

BuHer juga menerangkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada korban, sesuai dengan Pasal 184 KUHAP.

"Kami telah melakukan pemeriksaan sebagian kepada korban, dan kita juga telah mendapatkan hasil visumnya  dari dua kejadian perkara ini," tambahnya.

Korban perundungan dan pelecehan asusila, Mawar (13) memakai baju oranye, saat digandeng bersama ibunya saat mendatangi Satreskrim Polresta Malang Kota, pada Senin (22/11/2021).
Korban perundungan dan pelecehan asusila, Mawar (13) memakai baju oranye, saat digandeng bersama ibunya saat mendatangi Satreskrim Polresta Malang Kota, pada Senin (22/11/2021). (Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com)

Dalam kesempatan itu pula, BuHer juga membeberkan pasal ancaman pidana terhadap 10 orang terduga pelaku tersebut.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved