Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dinsos Kota Malang Datangi Rumah Pelaku Perundungan untuk Pantau Kondisi Anak Pelaku

Dinsos Kota Malang mendatangi anak semata wayang pasangan suami istri yang menjadi pelaku perundungan dan rudapaksa.

Dinsos Kota Malang
Dinsos P3AP2KB Kota Malang saat mengunjungi rumah pelaku Perundungan dan Rudapaksa di Kota Malang. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang mendatangi anak semata wayang pasangan suami istri yang menjadi pelaku perundungan dan rudapaksa di Kota Malang, Jumat (26/11/2021).

Kedatangan Dinsos tersebut guna menindaklanjuti laporan dari warga terkait kondisi yang anak yang ditinggalkan kedua orangtuanya karena kasus hukum.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani, mengatakan bahwa kedatangan Dinsos ke rumah pelaku untuk melihat kondisi buat hati pelaku.

"Kami datang ini untuk memberikan pendampingan terkait pola asuh. Dan kondisinya baik-baik saja," ucap Penny kepada Suryamalang.com.

Dalam kegiatan itu, Dinsos juga memberikan bantuan berupa sembako kepada keluarga pelaku.

Kini, anak semata wayang dari pelaku diasuh oleh kakak dan ayah dari pelaku.

"Pola asuh pengganti orang tuanya sementara ini cukup bagus. Tidak ada kesulitan juga untuk pembelian susu. Tapi nanti akan kami dampingi terus," ucapnya.

Sebelumnya, salah seorang warga yang rumahnya berada di daerah rumah pelaku merasa iba melihat kondisi anak seusai ditinggalkan kedua orangtuanya.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu kemudian mengunggah pesan terkait kondisi bayi yang membutuhkan berbagai macam kebutuhan bayi seperti susu.

"Anak pelaku saat ini diasuh oleh kakaknya pelaku. Kasihan saya karena kehidupannya di bawah layak. Sampai susu pun orang kampung yang gantian membelikan," terang tetangga pelaku yang tak mau disebutkan namanya itu.

Karena merasa iba dan terketuk hari nuraninya itu, sumber dari Suryamalang.com, meminta bantuan dari berbagai pihak, agar dapat membantu keluarga pelaku.

Dia hanya berharap, ada sosok dermawan atau dari pemerintah yang mau membantu untuk mencukupi kebutuhan dari anak pelaku.

"Saya prihatin, karena yang ngasuh ini laki-laki semua. Karena ibu pelaku juga telah tiada. Jadi saya pun dan warga terkutuk hati nurani saya untuk membantu. Ini inisiatif saya sendiri, jadi saya ya agak takut kalau dibilang lancang atau ikut campur urusan rumah tangga orang. Tapi niat saya cuma semoga ada sedikit perhatian buat anak pelaku ini," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved