Breaking News:

Fintech Lending Days di Malang, AFPI Beri Edukasi dan Literasi Pada UMKM

Sebab lebih dari 50 persen pinjaman disalurkan pada UMKM karena belum terlayani perbankan.

Pelaku UMKM tampil berpameran di ajang Fintech Lending Days di Malang di Hotel Grand Mercure Kota Malang yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (APFI), Jumat (26/11/2021). 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Lewat Fintech Lending Days di Malang, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (APFI) memberikan edukasi dan literasi pada UMKM.

Sebab lebih dari 50 persen pinjaman disalurkan pada UMKM karena belum terlayani perbankan.

"Dari peluang 180 juta masyarakat, yang tak punya akses ke bank itu ada 46,6 juta masyarakat UMKM. Mereka ini belum bisa dilayani oleh bank karena syarat dokumen, jaminan dll," jelas Entjik S Djafar, Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI pada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Ia memberi ilustrasi kebutuhan pendanaan Rp 2600 triliun. Tapi yang baru bisa dikucuri baru Rp 1000 triliun oleh jasa perbankan.

Maka sisanya─║ah yang berpeluang untuk dilayani fintech atau pinjaman online/pinjol. Menurut Entjik, memang masih ada mindset ketakutan pada pinjol.

Dari 104 fintech online yang berizin dan terdaftar di OJK, ada 44 pinjol yang produktif.

Di mana tak hanya pinjaman multiguna tapi juga pembiayaan produktif dengan membiayai UMKM.

Perusahaan pinjol yang terdaftar di OJK dalam kepengurusannya dan transaksinya mengikuti OJK. Direktur dan pemegang saham juga harus bersertifikasi.

Begitu juga debt collectionnya. Mereka dilarang mengambil data dari HP. Hanya boleh melihat kamera, mikrofon dan lokasi.

Jika ini dilanggar, maka bisa dicabut sebagai member AFPI. Jika sudah seperti ini, maka 99 persen izinnya pasti dicabut dari OJK. Asosiasi juga memiliki komite etik.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved