Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Pembangunan RS Jantung Pertama di Kabupaten Malang Belum Jelas, Bupati Sanusi Sebut Soal Biaya

Realisasi pembangunan RS Jantung pertama di Kabupaten Malang masih belum jelas.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Bupati Malang, Muhammad Sanusi. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Realisasi pembangunan RS Jantung pertama di Kabupaten Malang masih belum jelas.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menyadari biaya pembangunan yang besar masih jadi kendala pembangunan bangunan layanan bagi pasien penyakit cardiovascular tersebut.

"Masih dalam perencanaan karena itu membutuhkan biaya yang besar. Namun lahan 2 hektare sudah kami siapkan. Nanti melanjutkan program dari Kementrian Kesehatan," sebut Sanusi ketika dikonfirmasi saat peringatan Hari Kesehatan Nasional di Pendopo Peringgitan Agung, Malang pada Jumat (26/11/2021).

Sembari menunggu realisasi  fasilitas layanan jantung, Sanusi meminta masyarakat bersabar dan menerapkan pola hidup sehat.

"Masyarakat bisa melakukan hidup sehat agar gizi bisa menjadi energi baik bagi tubuh. Makan seimbang jangan berlebihan karena bisa nimbun kolesterol dan diabetes. Karena bisa jadi pemicu diabetes dan stroke," pesan Sanusi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menjelaskan pembangunan RS Jantung masih dalam tahap pembahasan hingga kini.

Beberapa waktu lalu, Arbani telah meninjau lokasi site plan RS Jantung yang berada di kawasan RSUD Kanjuruhan.

Pemkab Malang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.

Arbani tak menampik jika pembangunan tersebut butuh banyak persiapan.

Seperti membangun gedung pusat rujukan layanan jantung terpadu di RSUD Kanjuruhan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana lainnya terkait rumah sakit jejaring rujukan pelayanan jantung terpadu.

Nantinya, rumah sakit jantung tersebut memiliki 4 layanan unggulan, yakni pelayanan promotif dan preventif dengan Posbindu SMARThealth oleh kader di desa.

Kemudian, pelayanan pemeriksaan jantung di Puskesmas dengan telemedicine EKG.

Dinkes juga menyiapkan pelayanan kegawatdaruratan jantung dengan armada ambulance advance (ICU Mobile) di Kabupaten Malang, dan pelayanan kuratif RSUD Kanjuruhan sebagai rumah sakit pusat rujukan jantung jejaring dengan RSJPDHK.

"Guna mewujudkan RSUD Kanjuruhan sebagai rumah sakit rujukan jantung di Kabupaten Malang dan sekitarnya, telah memiliki tiga orang dokter spesialis jantung, penyediaan sarana dan prasarana pendukung rumah sakit rujukan jantung dan lahan," sebut Arbani.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved