Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Malang Satu Data, Siap Antarkan Era Baru Integrasi Data Kota Malang

Hadirnya berbagai data Kota Malang yang terintegrasi dalam satu sistem, semakin mendekati kenyataan.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Bimbingan Teknis Input Data Aplikasi Malang Satu Data dan Potensi Kota Malang Tahun 2021 beberapa hari lalu. 

Reporter : Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Hadirnya berbagai data Kota Malang yang terintegrasi dalam satu sistem, semakin mendekati kenyataan.

Karena platform integrasi data bernama Malang Satu Data yang sedang dibangun oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang segera terwujud.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Malang, Mulyono mengatakan, satu kesatuan data sangat strategis, mengingat data merupakan pondasi kuat dalam sebuah kota untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Karena data bukan hanya sebagai aksesori dalam dunia pemerintahan, tetapi juga sebagai alat tolok ukur yang digunakan untuk menentukan kebijakan.

"Sejak awal, data adalah harta. Tanpa adanya data, maka tidak bisa bekerja. Terlihat remeh, tapi ketika Kota Malang sudah bisa melakukannya, saya pastikan tidak ada lagi masalah-masalah apalagi sampai adu data," ujar Mulyono kepada SURYAMALANG, Minggu (28/11/2021).

Selain itu dengan sistem tersebut, akan menjadi bagian untuk mencapai tujuan berkelanjutan di Kota Malang. Mulai dari ekonomi, sosial, kesehatan, hingga lingkungan.

"Hal ini tentu angin segar bagi hadirnya era baru, dalam tata kelola data yang semakin responsif terhadap perkembangan masa digital berikut berbagai konsekuensinya terhadap pelayanan publik," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Malang J.A. Bayu Widjaya, mengungkapkan sedikit cara kerja dari platform Malang Satu Data tersebut.

"Malang Satu Data nantinya bisa diakses oleh siapapun. Tentunya dengan kriteria, misalnya tidak mungkin Malang Satu Data digunakan untuk laporan ke wali kota dalam mencairkan anggaran. Kalau aplikasinya belum bisa terintegrasi antar perangkat daerah, setidaknya datanya terintegrasi satu sama lain," ungkap Bayu.

Dirinya juga menambahkan, dalam sistem kerjanya, intelligent operation platform akan ditampilkan dalam bentuk infografis dengan tampilan sederhana yang mudah dipahami.

"Nanti, terapannya hanya akan mengandalkan software. Sehingga pemerintah (Pemkot Malang) tidak akan dibebankan pada biaya pergantian alat (hardware) atau bahkan membuang alat yang tidak digunakan," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved