Derita Korban Pinjol, Pinjam Rp 1,5 Juta Tapi Harus Bayar Rp 8 Juta, Kini Wanita Ini Masuk Penjara

Terbelit utang pinjaman online (pinjol) mengantarkan Eni (39) mendekam di penjara Polresta Padang.

Editor: Zainuddin
ist
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM - Terbelit utang pinjaman online (pinjol) mengantarkan Eni (39) mendekam di penjara Polresta Padang.

Asisten rumah tangga (ART) ini diduga telah mencuri perhiasan milik majikannya.

"Saya pinjam di aplikasi pinjol ilegal. Prosesnya tercepat untuk mendapat uang. Hanya dengan satu klik saja uangnya bisa langsung cair," kata Eni, Jumat (3/12/2021).

Eni meminjam uang sebesar Rp 1,5 juta setahun lalu melalui aplikasi pinjol.

Tapi, Eni hanya menerima uang pinjaman sebesar Rp 1.350.000.

Sesuai ketentuan, Eni harus membayar bunga sebesar Rp 80.000 per hari bila telat membayar angsuran.

Tapi karena sudah lama tidak membayar, Eni harus membayar bunga pinjaman sampai Rp 8 juta.

"Saya tinggal bersama majikan selama 1 tahun. Saya ambil perhiasannya berupa kalung, gelang, dan cincin emas," kata Eni.

Eni mengatakan kalung emas tersebut digadaikan ke Pegadaian seharga Rp 21 juta.

"Saya tidak memiliki pekerjaan lain. Suami hanya honorer. Kami punya lima anak," kata Eni.

Kasus pencurian ini terbongkar saat majikan sadar perhiasannya telah hilang.

"Saat bersamaan, pelaku hendak berhenti dari pekerjaannya. Akhirnya korban curiga kepada pelaku," kata Kompol Rico Fernanda, Kasatreskrim Polresta Padang.

Menurutnya, Eni minta tolong teman dekatnya berinisil A untuk menggadaikan emas curian itu.

Pihaknya telah minta keterangan A.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved