Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Desainer Feby Ayunda Fokus Ke Busana Limbah Kain Jins

Desainer Malang, Feby Ayunda menemukan passion di limbah kain dan membawa berkah bagi usahanya.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Desainer Malang Feby Ayunda dengan koleksi-koleksi busana berbahan limbah jins. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Desainer Malang, Feby Ayunda menemukan passion di limbah kain dan membawa berkah bagi usahanya.

Ia memanfaatkan bahan celana jins dan dipadu dengan limbah kain lainnya, seperti batik dan tenun.

Dijelaskan Feby, saat pandemi Covid-19, usaha fashionnya hampir gulung tikar.

"Pada awal pandemi hingga akhir 2020, saya ikut zoom setiap hari mempelajari sustainable fashion dengan berbagai narasumber termasuk luar negeri," jelas wanita berusia 39 tahun ini pada suryamalang.com, Rabu (1/12/2021).

Dari kegiatan itu ia jadi tahu brand-brand yang mengusung konsep itu. Akhirnya ia berfikir untuk berkontribusi. Namun masih bingung menentukan memakai apa.

"Apa yang bisa saya lakukan? Kalau teman-teman saya memilih bahan katun 100 persen. Namun katun juga mahal. Apalagi saat pandemi, usaha fashion saya hampir gulung tikar."

"Jika saya keluar duit untuk bahan baru yang memakai 100 persen katun, maka sayang. Iya kalau barang itu jadi barang cepat laku. Jika tidak, maka duit saya tertahan disini. Apalagi jika modal saya tidak besar," ceritanya.

Ia terus berfikir apa yang bisa diolahnya untuk menjalankan sustainable fashion. Akhirnya ia buka lemariku.

"Saya bongkari dan kemudian menemukannya. Jins ini cocok. Jins punyaku, punya papa dan papa aku dedel (bongkar)," kata Feby.

Ia menujukkan sebuah outer yang sudah jadi. "Itu punya papaku," tunjuknya pada sebuah manekin.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved