Breaking News:

Gunung Semeru Meletus

Hujan Abu Dampak Erupsi Gunung Semeru, BPBD Kabupaten Malang Minta Warga Waspada

Dampak erupsi gunung Semeru itu membuat sejumlah daerah di Kabupaten Malang terdampak abu vulkanik.

ISTIMEWA
Visual Gunung Semeru saat mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 4,5 - 5 kilometer, Selasa (2/2/2021) 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meminta kepada warga agar waspada dan tidak panik terkait erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12).

Dampak erupsi gunung Semeru itu membuat sejumlah daerah di Kabupaten Malang terdampak abu vulkanik.

Abu vulkanik bercampur hujan itu melanda Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Wajak, Kecamatan Tirtoyudo, Kecamatan Dampit, Kecamatan Turen.

"Kami mengimbau warga agar tidak panik dan tetap memonitor perkembangan melalui WAG, Radio dan tetap mematuhi himbauan yang disampaikan PVMBG dan Pemerintah," tulis laporan dari BPBD Kabupaten Malang, Sabtu Malang.

BPBD Kota Malang mencatat, guguran awan panas gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.20 WIB.

Awan panas itu mengarah ke Besuk Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Lontaran abu vulkanik mengarah ke barat daya Kabupaten Malang pada lapisan 24.000 ft dengan kecepatan 40-50 KM/Jam.

"Laporan abu vulkanik bercampur dengan air hujan di wilayah kabupaten malang ini masuk pukul 17.20 WIB. Laporan ini kami dapatkan dari relawan," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.

Sampai malam ini, visual Gunung Semeru masih tertutupi kabut disertai hujan intensitas sedang dan aktivitas APG masih terus berlangsung.

BPBD Kabupaten Malang tetap memonitor dan melakukan koordinasi dengan Pos Gunung Semeru dan Relawan tentang perkembangan guguran awan panas Gunung Semeru.

"Kami akan terus melakukan monitoring dan mengupdate situasi dan kondisi dampak dari erupsi Semeru ini," ujarnya.

Sementara itu, Alvin warga Tanggung, Kecamatan Turen Kabupaten Malang membenarkan, bawah abu vulkanik bercampur hujan turun di daerah Turun sekitar pukul 17:00 WIB.

"Sebelum Maghrib tadi ada abu campur air hujan. Tapi tipis. Hampir tidak terlihat," ucapnya.

Adanya abu vulkanik ini kata Alvin juga tidak berpengaruh terhadap aktifitas warga.

"Aktifitas warga tetap seperti biasa. Kebetulan tadi hujan, jadi abu cepat hilang," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved