Jumat, 5 Juni 2026

Berita Batu Hari Ini

Masyarakat Kelurahan Dadaprejo Pertentangan Rencana Pembangunan Cold Storage

Rencana pembangunan cold storage oleh Pemkot Batu di Kelurahan Dadaprejo sebaiknya disosialisasikan dengan baik kepada publik.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Rapat dengar pendapat antara Komisi B, DPRD Batu, Pemkot Batu dan Masyarakat Kelurahan Dadaprejo mengenai rencana pembangunan cold storage yamg ditentang warga. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Rencana pembangunan cold storage oleh Pemkot Batu di Kelurahan Dadaprejo sebaiknya disosialisasikan dengan baik kepada publik, terutama masyarakat sekitar.

Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena masyarakat pula yang akan merasakan dampaknya.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) mempertanyakan rencana pembangunan tersebut.

Mereka mengkritik Pemkot Batu, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atas tidak adanya sosialisasi rencana pembangunan cold storage. Keluhan itu disampaikan saat rapat dengar pendapat antara Pemkot Batu, Komisi B DPRD Batu dan LPMK Kelurahan Dadaprejo.

Ketua LPMK Kelurahan Dadaprejo, Iwan Prasetyo bersama belasan warga lainnya yang merupakan para ketua RT dan RW meminta Pemkot Batu bisa menjelaskan detail rencana pembangunan itu.

Terutama dampak yang akan dirasakan masyarakat atas hadirnya cold storage.

“Kami pernah tanya ke RT/RW namun tidak pernah ada jawaban. Justru rencana pembangunan ini kami dengar dari pemberitaan media, bukan sosialisasi. Pembangunan di aset bekas desa, kurang sosialisasi,” tegas Iwan, Senin (6/12/2021).

Masyarakat yang datang ke DPRD Batu membawa dokumen berjudul Penolakan Pembangunan Cold Storage.

Di dalamnya, terdapat poin-poin penolakan. Salah satunya adalah banyak warga yang telah meninggalkan kegiatan pertanian karena menyusutnya lahan.

Selain itu, saat masih berstatus Pemerintahan Desa, Dadaprejo mendapatkan ADD terkecil.

Peralihan status menjadi kelurahan sempat membawa angin segar, namun nyatanya, masyarakat menilai bahwa anggaran sebagai kelurahan juga terbilang kecil dibanding empat kelurahan lain yang ada di Kota Batu.

Sebagian besar lahan bekas tanah kas desa telah beralih fungsi sebagai tempat pendidikan. Di antaranya adalah SDN 1 Dadaprejo, MTS Negeri 1, MAN Bilingual dan beberapa institusi pendidikan lainnya.

Masyarakat menilai, Kelurahan Dadaprejo identik dengan kelurahan pendidikan, bukan pertanian.

Lokasi rencana pembangunan cold storage dinilai berada di dekat dengan pemukiman penduduk, Jalan menuju cold storage juga dianggap sempit, yakni hanya 4 meter.

Belum adanya sarana pendukung seperti air dan pengolahan limbah sampah.

Iwan juga mengatakan, keberadaan cold storage dianggap tidak memberi nilai tambah yang ekonomis bagi masyarakat sekitar.

Dalam dokumen itu, dituliskan bahwa masyarakat Kelurahan Dadaprejo tidak membutuhkan cold storage untuk penyimpanan dalam jangka waktu tertentu.

“Sebenarnya masyarakat ingin memanfaatkan tempat yang akan dibangun cold storage itu untuk kebutuhan warga,” papar Iwan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Heru Yulianto mengatakan bahwa rencana pembangunan cold storage tidak hanya diampu oleh dinasnya saja, melainkan banyak dinas yang terlibat.

Heru tidak menjawab keluhan warga mengenai minimnya sosialisasi.

Ia hanya menjelaskan bahwa keberadaan cold storage itu akan membawa dampak ekonomis bagi warga.

Hanya saja Heru tidak menjelaskan detail seperti apa mekanismenya.

“Manfaat konkretnya untuk menampung produk hortikultura dari petani. Kita ketahui, mayoritas masyarakat Kota Batu adalah petani. Dengan adanya cold storage, akan meningkatkan kualitas produk dan harga. Di samping itu juga akan jadi tempat edukasi wisata,” jelas Heru tanpa panjang lebar.

Saat dikonfirmasi lebih jauh, Heru enggan menjelaskan. Ia mengaku mendapat pesanan dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, namun tidak menjelaskan jenis pesanannya.

“Sudah tidak, tidak bisa dijelaskan. Jangan! Sudah dapat pesanan dari Pak Kadis,” ujar Heru sambil melangkah pergi setelah rapat selesai.

Menanggapi penjelasan Heru yang tidak detail tersebut, politisi PDI Perjuangan, Cahyo Edi Purnomo kecewa.

Ia menilai, Heru tidak menguasai materi sehingga minim penjelasan. Penjelasan Heru tersebut dinilai tidak menjawab pokok keluhan masyarakat.

“Yang saya catat dari penjelasan Pak Heru tadi ada dua. Meningkatkan kualitas produksi dan jadi tempat wisata. Kalau penjelasan seperti itu saja anak TK juga bisa,” ujar Cahyo.

Cahyo berharap pihak eksekutif dapat menjelaskan detail mengenai rencana pembangunan itu.

Menurut Cahyo, masyarakat Kelurahan Dadaprejo masih buta informasi mengenai rencana pembangunan cold storage.

“Pembangunan, tidak hanya cold storage, di Kelurahan Dadaprejo memang bagus ketika berpindah menjadi kelurahan dan lahan menjadi milik Pemkot. Tapi tidak serta merta seperti itu. Soal cold storage setelah kami datang ke lokasi, kalau mau jujur, bicara masalah jalan saja jelas tidak layak,” ujar Cahyo.

Di Kecamatan Junrejo, bidang pertanian tidak menjadi prioritas.

Masyarakatnya justru banyak yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Seharusnya, potensi itu yang dikembangkan.

Cahyo mendorong agar Pemkot Batu memiliki kajian yang mendalam mengenai rencana pembangunan. Terlebih, DPRD Batu telah merestui anggaran Rp 16 M untuk pembangunan cold storage.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved