Rokok Ilegal Masih Marak, Pemkab Malang Tak Henti Gencarkan Sosialisasi Ketentuan Cukai

Terbaru, sebanyak 1.347.755 batang rokok ilegal ditemukan di Kabupaten Malang.

Dok.Pemkab Malang
Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai bagi warga Kecamatan Wonosari di Hotel Aliente Kota Malang, Selasa (7/11/2021). 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang masih saja menemukan perederan rokok ilegal dalam jumlah masif. Terbaru, sebanyak 1.347.755 batang rokok ilegal ditemukan di Kabupaten Malang.

Menanggapi hal tersebut Pemkab Malang menegaskan tidak akan lepas tangan dengan melakukan langkah-langkah pemberantasan rokok ilegal.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekda Kabupaten Malang, Suwadji menerangkan, salah satu cara efektif menekan peredaran rokok ilegal dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ketentuan bidang cukai.

"Sosialisasi yang sudah berjalan di 15 kecamatan di Kabupaten Malang ini diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap penekanan atau pemberantasan rokok ilegal," ungkap Suwadji saat beri arahan dalam Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai bagi warga Kecamatan Wonosari di Hotel Aliente Kota Malang, Selasa (7/11/2021).

Suwadji menganalisa jika tingginya rokok ilegal ini disebabkan oleh pandangan masyarakat yang menganggap bahwa pabrik rokok ilegal merupakan sumber hajat hidup orang banyak.

Maka dari itu, Suwadji meminta masyarakat membuang jauh-jauh stigma rokok ilegal dapat meningkatkan perekonomian. Menurutnya, rokok ilegal justru merugikan negara.

Ia mengatakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari rokok ilegal tak akan masuk ke pemerintah sebagai salah satu sumber dana pembangunan. 

Padahal DBHCT perannya begitu vital dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Suwadji menjelaskan DBHCT secara alokasi sebayak 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat. Kemudian 25 persen untuk bidang kesehatan dan 25 bidang hukum.

"Di Kabupaten Malang ini merupakan peringkat kedua penerimaan alokasi DBHCHT terbesar di Jawa Timur. Tahun ini kita menerima DBHCHT sebesar Rp 80 milyar. Naik sekitar Rp 4,6 milyar atau 6,11 persen dari tahun 2020 lalu yang sebesar Rp 75,4 milyar," jelas Suwadji.

Di sisi lain, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Beacukai Malang, Gunawan menyebut selama bulan Oktober 2021 ini pihaknya menemukan ada penindakan pelangaran senilai Rp 6 Miliyar alias 160 penindakan di bidang cukai di Malang Raya.

"Kami terus bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Malang Raya agar selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab apabila pelanggaran cukai bisa ditekan maka kemajuan pembangunan ekonomi daerah akan terus maju," tegas Gunawan.

Foto: Pemerintah Kabupaten Malang masih saja menemukan perederan rokok ilegal dalam jumlah masif. Terbaru, sebanyak 1.347.755 batang rokok ilegal ditemukan di Kabupaten Malang. (ADV/Erwin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved