Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Kades Sidomulyo Kota Batu Disomasi, Warga Gelar Aksi Unjuk Rasa

SURYAMALANG.COM, BATU – Sejumlah warga Desa Sidomulyo menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Grand City, Kota Batu, Minggu (12/12/2021).

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Hermanto menunjukan bangunan milik hotel yang rusak akibat terjangan banjir bandang pada 4 November 2021. Terlihat jaring hitam yang menutupi sungai. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Sejumlah warga Desa Sidomulyo menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Grand City, Kota Batu, Minggu (12/12/2021). Aksi itu sebagai bentuk balasan atas disomasinya Kepala Desa Sidomulyo, Suharto oleh Suyono.

Suharto, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, ia menerima surat dari Suyono Advocate Law Office pada 6 Desember 2021. Suharto mengatakan, bahwa Suyono adalah pemilik hotel tersebut.

Setelah menerima surat somasi tersebut, Suharto memberitahukannya kepada warga. Warga pun marah mengetahui adanya surat somasi tersebut. Pada 12 Desember 2021, warga melakukan aksi unjuk rasa.

Dalam isi surat somasi tersebut, Suyono keberatan atas informasi yang disampaikan Suharto melalui beberapa media massa online. Pihak Suyono menyebut kalau Suharto telah mengeluarkan informasi bohong atau hoaks. Terutama mengenai perizinan hotel tersebut.

Suharto membantah telah mengeluarkan informasi bohong. Suharto mengatakan bahwa ia tidak menyebarkan informasi bohong. Ia hanya menjawab pertanyaan dari jurnalis yang datang menemuinya.

“Kalau mau somasi ya salah sasaran. Saya hanya menjawab pertanyaan, kan yang menyebarkan informasi media massa itu. Saya hanya menjawab apa adanya,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, ada enam poin tuntutan yang dibawa oleh warga. Pertama warga meminta penjelasan mengenai masalah limbah. Kedua terkait kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat, namun Suharto tidak menjelaskan lebih jauh mengenai kesepakatan ini.

Ketiga, warga meminta penjelasan mengenai pembangunan yang menutupi sungai. Keempat memprotes penempatan parkir di bahan jalan. Selanjutnya, mendesak Pemkot Batu melalui dinas terkait meninjau ulang izin operasional dan pendirian hotel. Keenam, meminta semua pihak, termasuk DPRD Batu dan pihak kecamatan untuk segera menindaklanjuti keinginan para pendemo.

“Ketika ditanya penyebab banjir oleh jurnalis yang datang itu, saya menjawab patut diduga karena ada pengecoran di dekat sungai sehingga alirannya tersendat. Ketika ditanya mengenai IMB, saya jawab bahwa saya tidak tahu,” tegas Suharto.

Sejak menjabat sebagai kepala desa pada 2013, Suharto mengaku belum pernah bertemu dengan pengelola hotel untuk membahas keberadaan hotel tersebut di Desa Sidomulyo. Suharto mengingatkan, bahwa keberadaan hotel tersebut di Desa Sidomulyo seharusnya bisa membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved