Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Pembatalan PPKM Level 3 Tak Pengaruhi Okupansi Hotel di Kota Batu

okupansi hotel di Kota Batu dalam kisaran angka 50 persen. Tingkatan itu cenderung stabil menjelang momentum akhir tahun 2021.

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
GOLDEN TULIP BATU
Seorang tamu berada di dalam kamar Golden Tulip Holland Resort Batu yang dilengkapi air purifier. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pembatalan PPKM Level 3 oleh pemerintah disambut positif oleh PHRI Kota Batu. Namun begitu, okupansi hotel di Kota Batu dalam kisaran angka 50 persen. Tingkatan itu cenderung stabil menjelang momentum akhir tahun 2021.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan, jumlah pengunjung ke tempat wisata juga cenderung stagnan. Peningkatan terjadi saat akhir pekan. Meski begitu, jumlahnya masih di bawah okupansi hotel.

“Sampai saat ini masih sekitar 50 persen okupansi hotel,” ujarnya.

Event dalam skala lokal direncanakan diselenggarakan pada momen libur akhir tahun di Kota Batu. Penyelenggaraan itu menerapkan protokol kesehatan. Event diselenggarakan untuk menjaga ritme jumlah kunjungan agar stabil.

“Di acara tersebut tetap ada pembatasan dan menjaga protokol,” ungkapnya.

Sebelum ada informasi pembatalan, Sujud juga mendukung ditetapkan PPKM Level 3. Ia memaklumi adanya pengetatan mobilitas dalam kebijakan tersebut. Apalagi, virus Covid-19 dikabarkan telah bermutasi menjadi varian baru yang dinamai Omicron. Sujud mengaku tidak keberatan dengan pembatasan tersebut.

“Tapi satu hal yang kami minta, jangan ada penyekatan,” kata Sujud.

Menurut dia, penyekatan yang akan dilakukan akan berdampak pada kunjungan. Sembari berharap tidak ada penyekatan, PHRI Kota Batu berkomitmen tinggi untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat selama pelaksanaan PPKM.

“Kami harap tidak ada penyekatan dan kami akan bekerja keras bersama pemerintah untuk menjaga supaya tidak terjadi lonjakan kasus di akhir tahun,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Villa Songgoriti Indra Tri Ariyono mengatakan catatan okupansi saat ini masih berada di angka 50 persen. Ia cukup pesimis melihat potensi kunjungan di akhir tahun ini.

Indra memprediksi, wisatawan tidak banyak memilih untuk liburan ke kawasan pegunungan karena musim penghujan. Apalagi telah terjadi sejumlah peristiwa alam.

"Apalagi peristiwa bencana yang terjadi beberapa waktu lalu seperti erupsi Semeru dan banjir di Kota Batu. Itu ikut mempengaruhi,” paparnya.

Sejumlah pesanan untuk akhir tahun oleh wisatawan banyak yang dibatalkan. Kondisi diprediksi semakin sulit karena tidak ada kebijakan libur untuk anak sekolah, pekerja, termasuk ASN.

Kenaikan diprediksi terjadi setelah perayaan natal dan tahun baru. Indra memperkirakan kenaikan bisa mencapai 70 persen. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved