Berita Malang Hari Ini
Siswa Tata Kecantikan SMK Kartika IV-1 Uji Level Make Up Manten Malang Keputren
Siswa kelas 12 Tata Kecantikan SMK Kartika IV-1 Kota Malang menjalani uji level yang diadakan setiap akhir semester.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Siswa kelas 12 Tata Kecantikan SMK Kartika IV-1 Kota Malang menjalani uji level yang diadakan setiap akhir semester.
Siswa ujian praktik dengan tema make up manten Malang Keputren, Senin (13/12/2021).
Siswa dibagi kelompok dan melibatkan model yang merupakan adik kelas mereka sendiri.
"Tujuan kami mengangkat ini untuk bahwa Malang memiliki ciri khas manten Malang Keputren. Sehingga generasi muda bisa mengetahuinya dan tak hanya tahu tentang tata rias pengantin modern," jelas Laili Rahmawati, Kepala Program Keahlian Tata Kecantikan pada suryamalang.com.
Ada sebanyak 53 siswa yang ikut. Tujuan dibuat kelompok agar bisa menekan biaya. Untuk pengujinya memakai ketua Harpi Melati Kabupaten Malang.
Dikatakan, sebelum ujian level, siswa sudah mendapatkan pembekan terlebih dahulu. Tata rias manten keputren memakai kebaya dan bersanggul. Lama pelaksanaan lima jam.
Untuk penilaiannya dimulai sejak persiapan, aplikasi make up dan berkemas. Juga ada nilai keterampilan.
Terlihat siswa nampak cekatan mengerjakan rias ini. Ujian level juga untuk siswa program keahlian tata boga. Siswa kelas 10, 11 dan 12 mengikuti dengan tema berbeda.
"Untuk kelas 12 membuat rice box. Kelas 11 membuat snack box dan kelas 10 membuat bumbu dasar untuk diaplikasi ke dua jenis makanan," jelas Nissa Hansawati SPd, Kepala Program Keahlian Tata Boga.
Tak hanya membuat, mereka juga harus memasarkan dan sudah ada pembelinya.
Untuk itu, siswa sudah membuat proposal. Di dalam proposal ada ada resep, rencana belanja, kemasan, tertib kerja, perhitungan harga jual dan bikin promo di media sosial.
Siap pembelinya saat booking order (BO) juga dicantumkan di proposal itu.
"Dari sekolah juga akan mengacak menelpon yang BO untuk kebenarannya," kata Nissa.
"Untuk uji level ini akan ada sertifikat dari hotel mitra," jelasnya.
Dikatakan, adanya sertifikat ini bisa jadi tabungan mereka jika nanti ingin bekerja. Jika siswa qda yang tidak lolos uji level, maka mereka tidak mendapat sertifikat.
Dengan keterampilan yang mereka dapatkan, sekolah ingin dipakai sebagai peluang usaha. Baik nanti saat lulus atau sekarang.
"Misalkan jika sekarang ingin sambil usaha online, maka pagi sekolah, siang atau sore bisa membuka jualan dengan brand sendiri," kata dia.
Penguji tata boga, Executive Chef Whiz Prime Hotel Malang, Jajang Aris Kurniawan mengatakan adanya uji level ini sebagai metode bagus di SMK.
"Yang kita siapkan buat mereka adalah menjadi siswa siap bekerja dan usaha. Ini sistem yang bagus sekali. Uji level ini adalah sebagau uji kesiapan mereka untuk jual langsung," tambah Jajang.
Karena itu, yang dinilai pertama kali adalah pemasarannya.
"Maka sebelum memasak, siswa harus sudah punya BO berapa pack," tambahnya.
Maka foto produk harus dipasarkan ke online.
"Maka harus punya strategi marketing. Siswa sudah saya bekali dulu. Kira-kira berapa orang yang berminat. Jika sudah punya menu, pembeli, maka harus dijaga kualitas makanannya," tambah dia.
Dijelaskan Nissa, untuk kelas 11 peminatan Cookery, bertugas membuat rice box dan minumannya sebanyak 25 paket
Untuk kelas 11 peminatan pastry membuat petit four sebanyak 20 kotak, membuat cokelat praline sebanyak 5 kemasan.
Sedang kelas 12 peminatan cookery membuat rice box sebanyak 25 paket. Sedang kelas 12 peminatan pastry memilih dua macam adonan dari 3 pilihan.
Yaitu adonan bakery, adonan choux paste, pengaplikasian produk coklat dan membuat satu macam kue yang sedang viral boleh dari negara lain juga. Masing-masing membuat 25 buah.
Siswa wajib memakai desain kemasan dan brand mereka sendiri.