Kisah Farhan, Bocah di Gresik yang Dijual Ayahnya Rp 1 Juta Bercita-cita Jadi Anggota TNI

Kisah Farhan ini awalnya viral di grup Facebook Kabar Duduksampeyan. Dia mengalami patah tulang saat bermain bola di halaman sekolah pada pekan lalu.

Foto : Willy Abraham.
Farhan bersama neneknya, Kina (kanan) duduk di depan tempat tinggalnya, Jumat (17/12/2021). 

SURYAMALANG.COM|GRESIK - Tangan kiri Farhan masih digips dibalut perban. Bocah berusia 12 tahun itu hidup bersama neneknya bernama Kina (63) di sebuah bangunan semi permanen berukuran 6x1 meter di Dusun Gadukan, Desa Glanggang, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Kisah Farhan ini awalnya viral di grup Facebook Kabar Duduksampeyan. Dia mengalami patah tulang saat bermain bola di halaman sekolah pada pekan lalu.

Kemudian dibawa ke puskesmas dan dioperasi beberapa hari lalu. Karena iba dengan kondisi Farhan, seluruh pengobatannya ditanggung.

Tidak hanya itu, selama bersekolah keluarga Farhan juga tidak mengeluarkan biaya. Saudagar kaya desa setempat ikut menanggung biaya sekolahnya. Saat ini, Farhan duduk di bangku kelas VI SD.

Sejak kecil, hidup Farhan berpindah-pindah tempat. Mulanya dia tinggal di wilayah Kota Surabaya. Bersama ibunya bernama Utari dan ayahnya bernama Candra.

Saat itu dia akan memiliki adik. Ibunya tengah mengandung besar, ternyata sang ibu tidak mampu bertahan saat melahirkan anak kedua. Adik Farhan itu berhasil dilahirkan selamat, berjenis kelamin perempuan, bernama Salsabila.

Diwaktu bersamaan, Farhan harus kehilangan sang ibu  yang menghembuskan nafas terakhir saat melahirkan. Di usia yang masih belia dia harus kehilangan ibu kandungnya.

Tidak lama berselang, sang ayah dikabarkan membawa Farhan ke Mojokerto. Sang ayah bekerja sebagai sopir truk itu ternyata sudah tidak ingin membesarkan kedua anaknya.

"Dijual Rp 1 Juta ke orang di Mojokerto, dititipkan ke orang tidak tahu siapa namanya," kata Kina saat ditemui di teras rumahnya.

Kina hanya bisa mengelus dada mengingat kisah itu. Dia mengelus kepala cucunya dari belakang, meminta maaf atas perlakuan Candra.

"Hidup mati tinggal sama nenek saja ya," kata dia.

Dia bersyukur bisa membawa pulang cucunya kembali ke pelukannya. Awalnya, dia baru tahu dari saudara yang bekerja sebagai kuli batu saat membangun sebuah mal di wilayah kebomas. Bahwa, Farhan berada di Mojokerto.

Kemudian dia bersama almarhum suaminya, Asnawi datang ke Mojokerto mengambil kembali Farhan. Disana, kata Kina, cucunya itu diperlakukan dengan keras kurang lebih empat tahun lalu.

"Umur segitu harus bantu-bantu kalau mau dikasih makan," kata dia.

Halaman
123
Sumber: surya.co.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved