Berita Surabaya Hari Ini

Ocean Farm, Terobosan Baru dari ITS di Bidang Budidaya Laut dan Pariwisata

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali memberikan kontribusi bagi bangsa, khususnya dalam pengembangan perikanan laut

surya.co.id/Febrianto Ramadani
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali memberikan kontribusi bagi bangsa, khususnya dalam pengembangan perikanan laut, yaitu Pilot Project Offshore Aquaculture, yang selanjutnya disebut Ocean Farm ITS.  

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali memberikan kontribusi bagi bangsa, khususnya dalam pengembangan perikanan laut, yaitu Pilot Project Offshore Aquaculture, yang selanjutnya disebut Ocean Farm ITS

Dr.Eng. Yeyes Mulyadi, ST. MSc, Ketua Tim Ocean Farm ITS menjelaskan, perubahan  iklim global menyebabkan cuaca menjadi  tidak menentu, keterbatasan ukuran kapal ikan milik nelayan tradisional, mengakibatkan hasil tangkapan nelayan juga menjadi tidak menentu. 

"Solusi yang masuk akal terhadap  permasalahan  tersebut  adalah  dengan  upaya  budidaya  ikan di  laut dengan pemanfaatan Teknologi yang tepat guna. Saat ini, potensi ekonomi untuk budidaya ikan di lepas pantai di berbagai negara maju mengalami pertumbuhan yang baik dengan skala ekonomi yang signifikan," ujarnya, Kamis (23/12/2021)

Pilot Project ini, kata Yeyes, menjadi pintu awal untuk terus mengembangkan teknologi Offshore Aquaculture di Indonesia. Ada banyak tantangan teknologi dan ekonomi dalam budidaya ikan di lingkungan lepas pantai yang lebih terbuka. 

Dikatakan Yeyes, Riset Offshore Aquaculture sudah dimulai sejak 2017 dan pembangunan diawali di tahun 2019, terkendala Covid 2 tahun, baru 2021 ini dapat diselesaikan dan selesai dibantu oleh banyak pihak. Ini merupakan momen bersejarah bagi masa depan perikanan Indonesia. 

"Dengan spesifikasi teknis Ocean Farm ITS berdiameter 16 meter, kedalaman jaring 7 meter, dapat digunakan untuk menanam 1000 Baby Tuna. Bangunan atasnya dibuat hotel dengan 1 kamar, 1 ruang serbaguna, 1 ruang lobby. Dengan bobot struktur sekitar 30 Ton, mampu untuk stabil dalam gempuran ombak 3 meter," paparnya.

Untuk pertama kalinya, lanjut Yeyes, Struktur Ocean Farm ITS ini ditempatkan di Pantai Perawan, Desa Sidoasri, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, dan dimanfaatkan oleh Kelompok Nelayan Desa Sidoasri bekerjasama dengan Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap dan ITS.

Sekaligus menjadi Laboratorium Alam milik ITS untuk kemudian bisa berbagai kepentingan dan dimanfaatkan untuk riset, penelitian dan sarana pendidikan bagi perguruan tinggi maupun isntitutsi pendidikan lainnya. 

"Kami memang tidak 100 persen  sempurna, kami akan berusaha untuk terus mengevaluasi dan mengembangkannya sebagai upaya untuk terus menerus memberikan kemanfaatan bagi manusia, seperti dalam semboyan ITS, Avancing Humanity," pungkas Yeyes.

Sementara itu Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si, Dewan Pakar Kompartemen Kebencanaan IKA ITS memberikan masukan yang menarik kepada tim Ocean Farm ITS. Dengan potensi gempa dan tsunami di pantai selatan Jawa cukup besar sehingga ada baiknya wahana Ocean Farm ITS ini juga difungsikan untuk penempatan peralatan Early Warning System (EWS). 

"Dengan adanya Sistem Peringatan Dini tersebut diharapkan tanda-tanda kemunculan tsunami dapat ditangkap dengan cepat dan diinformasikan ke pihak yang berkepentingan dan juga masyarakat sehingga dapat diantisipasi dengan cepat dan tepat," tandasnya.
    
Ditempat yang sama, Muslichin S.T, sebagai engineer pada tim Ocean Farm ITS menjelaskan rencana kedepan untuk mengkolaborasikan wahana ini dengan Angkatan Laut, Bakamla maupun Departemen Pertahanan sebagai wahana multifungsi dan pos pengawasan perbatasan titik terluar laut Indonesia. "Kegunaan ganda wahana itu akan sangat bermanfaat untuk daya dukung pengawasan titik luar wilayah NKRI yang selama ini sering terabaikan karena minimnya fasilitas dan daya dukung," tutupnya.

( Febrianto Ramadani)

Sumber: surya.co.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved