Rabu, 29 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Usai Rambah Pasar Internasional, Bee Jay Seafoods Kini Buka Gerai di Kota Malang

Berlokasi di Jalan Danau Limboto Kota Malang, Bee Jay Seafoods ingin menjajal pasar di kota pendidikan ini karena banyaknya permintaan pasar.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
Bee Jay Seafoods baru saja membuka gerai baru di Jalan Danau Limboto, Sawojajar Kota Malang, Kamis (23/12). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Bee Jay Seafoods, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner frozen food asal Kota Probolinggo baru saja membuka gerai di Kota Malang, Kamis (23/12).

Berlokasi di Jalan Danau Limboto Kota Malang, Bee Jay Seafoods ingin menjajal pasar di kota pendidikan ini karena banyaknya permintaan pasar.

Sejak fokus merambah ritel pasar lokal pada 2020 silam, beragam produk olahan Bee Jay Seafoods mampu meraih omset hingga Rp 200 Juta per bulan untuk pasar Malang Raya.

Tingginya permintaan pasar di Malang Raya ini menjadikan perusahaan yang telah berdiri sejak 2004 itu membuka toko flaghsip di Kota Malang.

"Malang dipilih, karena secara penguasaan, Malang merupakan kota strategis. Jadi ini merupakan flaghsip store kami ketiga, setelah sebelumnya kami buka di Probolinggo dan Surabaya," ucap Juda Mangitung Direktur Operasional CV Bee Jay Seafoods.

Jenis produk frozen food yang ditawarkan oleh Bee Jay Seafoods cukup beragam.

Mulai dari Gyoza, Samosa, Nugget, Siomay, Kaki Naga, Tempura, Pangsit, Crispy Batter, Otak-otak dan olahan ikan laut lainnya.

Ikan laut yang dipilih ialah ikan kakap, yang kemudian diolah untuk menjadi beragam olahan makanan frozen foods tersebut.

Harga yang ditawarkan juga cukup beragam. Mulai dari Rp 18.000 - Rp 25.000 untuk kemasan 250 gram dan Rp 30.000 - Rp 36.000 kemasan 500 gram.

"Produk kami mampu bertahan hingga dua tahun dalam keadaan beku. Namun di kemasan kami beri jangka waktu hingga 18 bulan," ucap Juda.

Bahan baku untuk membuat frozen food tersebut ialah daging ikan kakap yang dicampur beragam sayuran dan tepung yang disesuaikan dengan olahan makanannya.

Ikan laut tersebut dihasilkan dari para petani yang berada di pelabuhan Mayangan, Probolinggo.

Bee Jay Seafoods mengklaim, juga tidak menggunakan teknik surimi dalam proses pengolahan ikan laut.

Teknik surimi merupakan prosesnya pengolahan ikan laut menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan karbohidrat, lemak, rasa dan warna daging ikan.

Yang diambil dari surimi ini ialah protein murni dan kekenyalan dari daging ikan.

"Produk kami ini pure dari daging ikan laut. Karena konsen kami ke kesehatan, mutu dan kualitas. Maka dari itu, target market kami adalah untuk pasar menengah ke atas," terangnya.

Alasan dari Bee Jay Seafoods untuk merambah ritel pasar lokal ialah, untuk mengolah daging ikan laut sisa dari eskpor ke Malaysia dan Australia.

Tak tanggung-tanggung, dalam setahun nilai ekspor yang dihasilkan perusahaan asal Probolinggo ini mencapai Rp 55 Miliar.

Bee Jay Seafoods hanya mengekspor daging ikan laut, mulai dari kakap hingga kerapu yang telah di fillet.

"Jadi ekspornya kami fillet. Nah waktu fillet kan pasti ada daging sisanya. Sisanya itu yang kami olah jadi frozen food. Dan produk kami ini hanya khusus untuk ikan kakap saja," terangnya.

Juda pun menargetkan, usai membuka flaghsip store di Kota Malang, dapat mendapatkan penghasilan hingga Rp 400 juta per bulan.

Pihaknya juga mempersilahkan kepada masyarakat untuk menjadi reseller dari Bee Jay Seafoods.

"Untuk saat ini reseller kami di Kota Malang baru 50. Fokus kami dalam memasarkan produk ini memang ke komunitas dan ibu-ibu. Dan bersyukur, produk kami memiliki respon bagus di pasar Malang Raya," tandasnya. (Gar)

Foto: Bee Jay Seafoods baru saja membuka gerai baru di Jalan Danau Limboto, Sawojajar Kota Malang, Kamis (23/12).

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved