Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Tim Investigasi Kasus Dugaan Kekerasan dan Pelecehan di Sekolah Eksklusif Kota Batu Belum Terbentuk

Pembentukan Tim Investigasi Independen terhadap kasus dugaan tindak kekerasan dan pelecehan di sekolah eksklusif di Kota Batu masih belum ditetapkan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
Tribunnews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Rencana pembentukan Tim Investigasi Independen terhadap kasus dugaan tindak kekerasan dan pelecehan seksual di sekolah eksklusif di Kota Batu masih belum ditetapkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2), MD Forkan saat dimintai keterangan perihal ini menjawab bahwa prosesnya masih dalam tahapan kajian penegak hukum.

“Masih dalam kajian aparat penegak hukum,” katanya singkat saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tim Investigasi Independen ini sedianya diharapkan bisa mengakses sekolah eksklusif untuk mengetahui persoalan yang tengah dihadapi di sekolah tersebut.

Tim ini tidak sekadar untuk menyasar satu sekolah saja, namun diperuntukan untuk sekolah-sekolah lain ke depannya, terutama dalam upaya penyelesaian masalah tindak kekerasan dan pelecehan di lingkungan pendidikan.

Anggota DPRD Batu, Didik Machmud berpendapat, Pemkot Batu perlu hadir dan menjelaskan ke publik mengenai progres penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak di sekolah.

Ia juga mendorong agar ada standar operasional agar tidak ada lagi sekolah yang terkesan eksklusif.

Belakangan ini, Didik mengetahui adanya sejumlah pejabat pusat yang datang ke Kota Batu untuk menyelesaikan persoalan dugaan kasus kekerasan dan pelecehan.

Didik berpendapat, pasti ada kasus yang sangat krusial di Kota Batu sehingga sekelas menteri dan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI) datang langsung ke Kota Batu.

“Berarti menurut penilaian Pemkot Batu, masalah ini cukup krusial sehingga mendatangkan pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan. Saya tidak tahu khusus seperti apa isinya, tapi faktanya pejabat-pejabat pusat datang ke Kota Batu, berarti ini kan krusial,” ujar Didik.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved