Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Inflasi Kota Malang Desember 2021 Capai 0,73 Persen, Disumbang Kenaikkan Cabai Rawit

Inflasi Kota Malang pada Desember 2021 mencapai 0,73 persen. Semua kota yang menjadi IHK (Indeks Harga Konsumen) mengalami inflasi.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
BPS Kota Malang
Kasi Distribusi BPS Kota Malang Dwi Handayani menjelaskan tentang penyumbang inflasi bulan Desember 2021 Kota Malang lewat Zoom, Senin (3/1/2022). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Inflasi Kota Malang pada Desember 2021 mencapai 0,73 persen. Semua kota yang menjadi IHK (Indeks Harga Konsumen) mengalami inflasi.

Inflasi Kota Malang bahkan melebihi inflasi Kota Surabaya yang hanya 0,65 persen. Inflasi tertinggi di Jatim diraih Sumenep mencapai 1,17 persen.

"Sejak Oktober 2021, inflasi Kota Malang memang cenderung naik. Desember 2021 adalah inflasi tertinggi sepanjang 2021," jelas Dwi Handayani Distribusi BPS Kota Malang dalam rilis lewat Zoom, Senin (3/1/2022).

Komoditas penyumbang inflasi yaitu cabai rawit yang naik 202,84 persen atau memiliki andil inflasi 0,23 persen. 

Bahkan sampai Minggu (2/1/2022), di harga di pasar masih mencapai Rp 70.000 per kg.

Menurut Dwi, kenaikkan harga cabai rawit karena stok panenan terbatas. Komoditas laim yang mendorong inflasi adalah kenaikkan minyak goreng, angkutan udara, mie, kue kering berminyak, telur ayam ras, cabai merah, semangka dan ikan mujaer.

Migor naik 12,42 persen atau memiliki andil 0,12 persen. Kenaikkan migor karena CPO. Sehingga harga kemasan migor 2 liter dari pabrikan, ada yang menjual Rp 38.000 sampai Rp 40.000.

Karena dampak kenaikkan migor, harga kue kering berminyak juga naik. "Beberapa komoditas juga turun. Tapi tidak bisa menahan inflasi," katanya.

Seperti penurunan harga buah mangga, jeruk, air kemasan, apel, pisang, kelengkeng, popok sekali pakai, bawang merah dan kentang.

Dalam rilis itu juga ada hasil survei sisi hunian kamar di Kota Malang. Sasarannnya adalah hotel berbintang. Hal ini karena sampel BPS belum mencukupi.

"Dari sisi hunian kamar di Kota Malang ada peningkatan sejak Agustus-November 2021.  Lama menginap tamu, rata-rata 1,29 malam. "Ini lama menginap tamu nusantara. Jika tamu manca negara, maka menginap lebih lama yaitu 1,69 malam," katanya.

Sedang lama menginap wisman lebih lama di Jatim karena banyak destinasi wisatanya. Ini jadi PR bagi Kota Malang yaitu meningkatkan waktu lama menginap.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved