Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Gubes UB Hasilkan UBreath untuk Deteksi Covid 19 dan Penyakit Pernafasan

UBreath bekerja dengan mengembuskan napas pada kantong khusus sebelum kemudian alat ini akan mengukur unsur-unsur yang terkandung dalam udara pernapas

Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Prof Drs Arinto Yudi Ponco Wardoyo MSc PhD bersama timnya berhasil mengembangkan alat deteksi hasil metabolisme dari sistem pernapasan dan pencernaan bernama UBreath Analysis. 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Prof Drs Arinto Yudi Ponco Wardoyo MSc PhD bersama timnya berhasil mengembangkan alat deteksi hasil metabolisme dari sistem pernapasan dan pencernaan bernama UBreath Analysis

Alat ini mampu mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi zat dari hasil metabolisme sistem pernapasan dan pencernaan melalui embusan napas dalam bentuk gas, partikulat, dan parameter lain yang berjumlah 25. 

Hasil pengukuran dari parameter tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi kondisi dari sistem pernapasan dan sistem pencernaan.

UBreath bekerja dengan mengembuskan napas pada kantong khusus sebelum kemudian alat ini akan mengukur unsur-unsur yang terkandung dalam udara pernapasan.

Alat ini memerlukan waktu antara 2-3 menit untuk mendapatkan hasil. UBreath telah diuji klinis pada orang sehat dan penyintas Covid-19 di RSUD dr Saiful Anwar Malang dan RS Lapangan Malang dengan total 400 sampel.

"Hasil yang didapatkan yakni alat ini tidak hanya dapat mendeteksi berupa positif atau negatif covid, tetapi lebih spesifik, alat ini bisa mengklasifikasikannya seperti OTG, ringan, sedang, sampai berat,” jelas Guru Besar Fisika ini, Selasa (4/1/2022) dalam rilisnya.

Penelitian yang dilakukan sejak akhir 2020 ini menghasilkan tingkat akurasi mencapai lebih 90 persen.bUBreath yang dikembangkan dengan bekerja sama dengan tim Fakultas Kedokteran UB, yakni Dr dr Susanthy Djajalaksan SpP(K), Prof Dr dr Teguh Wahju Sardjono DTM&H MSc SPParK. 

Saat ini diuji klinik untuk screening penyakit pernapasan, seperti kanker paru-paru, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bersama tim dari Fakultas Kedokteran.

“Penderita penyakit kanker paru-paru biasanya terlambat mendeteksi karena tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Untuk itu alat ini sangat baik untuk screening awal,” ujarnya. Sylvianita Widyawati

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved