Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Anak Bunuh Ayah Kandung di Dampit Malang, Polisi Kesulitan Ambil Keterangan Pelaku

Dugaan awal pelaku pembunuhan ayah kandung di Dampit Malang mengalami depresi.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara'langi. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Satreskrim Polres Malang memberikan keterangan terkait kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan Hudi Cahyono terhadap bapak kandungnya, Suradi di Dusun Krajan, Desa Jambangan, Dampit, Kabupaten Malang, Rabu (5/12/2021).

Selain Suradi, polisi menemukan korban lain.

Ia adalah Ponimi kakak kandung pelaku. Namun Ponimi masih hidup dan mengalami luka berat.

"Sekitar pukul 07:00 kami mendapat laporan dari warga yang menemukan orang meninggal di dalam rumah. Dari laporan tersebut kami segera datangi TKP. Kami menemukan ada 2 orang korban. Pertama korban meninggal (Suradi) karena luka bacok di leher dan pundak kana belakang. Sedangkan korban satunya (Ponimi) masih hidup dengan luka berat di bagian jari tangan korban," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara'langi ketika dikonfirmasi.

Kata Donny, setelah melakukan tindakan keji, pelaku bersembunyi di dalam kamar mandi rumah.

Donny menduga kuat pelaku dalam kasus ini merupakan Hudi yang tak lain adalah anak kandung korban.

"Diduga kuat pelaku adalah anak kandung korban. Dugaan awal pelaku mengalami depresi tapi masih kami dalami," beber Donny.

Menurut Donny, polisi masih belum bisa melakukan pemeriksaan secara optimal kepada pelaku.

Kondisi kejiwaan pelaku tidak memungkinkan untuk dilakukan interogasi.

Alhasil kondisi tersebut menyulitkan polisi melakukan pemeriksaan.

"Terduga pelaku masih belum bisa dimintai keterangan. Saat proses wawancara dan interogasi di Polsek tidak berbicara sama sekali. Kondisi kejiwaannya tertanggu jadi kami akan menggandeng rumah sakit jiwa," jelas Donny.

Dugaan kuat Hudi merupakan pelaku dibuktikan dengan adanya sebilah celurit yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

"Barang bukti yang kami amankan yakni sebilah celurit yang diduga kuat digunakan pelaku. Saat diamankan pelaku juga masih mengamuk," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved