Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Satpol PP Kota Malang Tindak 400 Pelanggaran Sepanjang 2021

Satpol PP Kota Malang menindak sebanyak 400 pelanggaran yang dilakukan oleh  masyarakat Kota Malang.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Satpol PP Kota Malang saat menggelar operasi penindakan penjualan minuman beralkohol tanpa izin yang digelar pada Sabtu (11/12/2021) lalu. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang menindak sebanyak 400 pelanggaran yang dilakukan oleh  masyarakat Kota Malang.

Penindakan tersebut dilakukan selama tahun 2021 lalu, serta menjatuhkan denda sebesar Rp 88,3 juta kepada para pelanggar.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Rahmat Hidayat mengatakan, untuk penindakan terbanyak akibat pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Sesuai dengan Perda Provinsi Jatim Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman,
Ketertiban Umum, Dan Pelindungan Masyarakat.

"Kami mencatat total pelanggar prokes itu mencapai 245 orang. Angka tertinggi saat di awal awal tahun 2021, dan cenderung menurun hingga akhir pekan di tahun 2021 kemarin yang tercatat hanya sebanyak 2 hingga 3 pelanggar," ujarnya kepada TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM), Rabu (5/1/2022).

Selain pelanggar prokes, Satpol PP Kota Malang juga mencatat ada dua pelanggaran lain, yakni pelanggaran reklame serta ketertiban umum, seperti halnya Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di trotoar, parkir liar, dan tidak memiliki izin jual beli minuman berakohol.

"Setidaknya ada 66 pelanggar sesuai dengan Perda Kota Malang Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame. Sedangkan untuk PKL nakal, ada 39 pelanggar yang kami tindak kemudian untuk jual beli minuman beralkohol (minol) tanpa izin sebanyak 15 tempat usaha, dan parkir liar ada 15 orang," bebernya.

Dari beberapa penindakan yang dilakukan, tercatat di bulan Desember 2021 terjadi 44 pelanggaran dengan total denda sebanyak Rp 20 juta.

"Untuk hasil denda yang sudah dibayarkan, secara otomatis dimasukkan ke kas negara. Sedangkan untuk barang bukti non minol, sudah dikembalikan ke pelanggar," ungkapnya.

Sedangkan untuk barang bukti minol, sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang untuk dimusnahkan, begitu selesai mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

"Karena kami tidak memiliki gudang, jadinya minol itu diserahkan ke Kejari Kota Malang untuk dimusnahkan," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengimbau kepada masyarakat lebih tertib dan terus menerapkan prokes.

"Selain itu apabila mendapat peringatan dari petugas, diharapkan untuk ditindak lanjuti dan tidak diabaikan begitu saja," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved