Breaking News:

Berita Jawa Timur Hari Ini

Ribuan Istri di Gresik Gugat Cerai Suami Sepanjang Tahun 2021, Usianya Masih 25 hingga 35 Tahun

Ribuan istri di Gresik beramai-ramai menggugat cerai suaminya sepanjang 2021. Rata-rata istri yang masih berusia 25 sampai 35 tahun.

SURYAMALANG.COM/Canva.com
ILUSTRASI perceraian 

SURYAMALANG.COM|GRESIK - Ribuan istri di Gresik beramai-ramai menggugat cerai suaminya sepanjang 2021. Rata-rata istri yang masih berusia 25 sampai 35 tahun menceraikan suami dengan alasan ekonomi. 

Mereka sudah bulat untuk berpisah. Bahkan ada yang usia pernikahan seumur jagung, baru satu bulan menikah, langsung mengugat cerai. 

Menurut data Pengadilan Agama (PA) Gresik, data perceraian sepanjang tahun 2021 sebanyak 1.585 gugatan cerai dikabulkan dan 551 gugatan talak dikabulkan. 

"Paling besar cerai gugat, istri menggugat cerai suami. Usia produktif mulai 25 sampai 35 tahun cukup tinggi," kata Humas PA Gresik, Kamarudin Amri, Kamis (6/1/2022). 

Faktor penyebab terjadinya perceraian didominasi oleh faktor ekonomi sebanyak 821. Kemudian disusul kasus perselisihan terus menerus dan kekerasan dalam rumah tangga. Perceraian paling tinggi terjadi pada bulan Juni 2021. Saat itu, gelombang pandemi Covid-19 sedang tinggi. 

"Faktor ekonomi, bisa kita lihat secara umum, terkait nafkah. Artinya suami sudah tidak memberi nafkah dengan alasan suami tidak punya pekerjaan. Ada yang nafkah diberi tapi tidak cukup. Kaitan juga faktor pandemi covid-19. Rata-rata suami bekerja serabutan, penghasilan tidak tetap. Keadaan itulah membuat pihak istri menganggap suami tidak sanggup memberi nafkah," ungkapnya. 

Faktor lain yang ikut menyumbang terjadinya perceraian adalah mabuk, judi, meninggalkan satu pihak, dihukum penjara, poligami, cacat badan, kawin paksa hingga murtad.

Rata-rata usia perkawinan memang masih belum lama menikah. Ada yang dua tahun, satu tahun hingga kurang dari satu bulan kedua belah pihak baik istri dan suami sepakat berpisah mendatangi PA. 

Kamar sapaan akrabnya, sebelum mengabulkan perceraian sudah berupaya mendamaikan kedua belah pihak untuk kembali rukun melalui mediasi.

Bahkan meminta keluarga besar yang juga ikut memiliki peran untuk duduk bersama agar memperbaiki hubungan. Namun, mayoritas kedua belah pihak sepakat memilih berpisah. 

Dibanding 2020, angka percerain di tahun 2021 cenderung sedikit menurun. (surya.co.id/ Willy Abraham)

Sumber: surya.co.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved