Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Target Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) di Kota Batu Jauh dari Harapan

Penyerahan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) di Kota Batu pada 2021 masih jauh dari target

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Petugas Satpol PP menginspeksi proyek perumahaan di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Penyerahan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) di Kota Batu pada 2021 masih jauh dari target yakni 40. Pada 2021, pengembang yang menyerahkan PSU sebanyak 18.

Secara keseluruhan, ada 110 pengembang perumahan yang mewajibkan menyerahkan PSU ke Pemkot Batu.

Kabid Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Prasetyo Bagus Wicaksono menuturkan, 18 pengembang perumahan itu pun masih penyerahan tahap administrasi, belum sampai pada penyerahan secara fisik. Proses pengurusan itupun masih membutuhkan waktu.

"Saat ini masih proses penyerahan fisik. Tidak serta merta diserahkan begitu saja. Proses ini perlu melibatkan pengembang dan BPN perihal balik nama sertifikat aset PSU," terang Prasetyo, Jumat (7/1/2022).

Beberapa daftar pengembang yang telah menyerahkan PSU secara administrasi antara lain, Panorama, Kingspark 8, Agro Kusuma, Kusuma Pesanggrahan, Kusuma Pinus, Kayana Regency dan Grand Mutiara. Berikutnya, Residance, Permata Garden Regency, Emerald Villas bawah, Emerald Villas atas, Mutiara Panderman Residance, Kusuma Hill, Griya Taman Asri, Oma Batu Residance, Darma Permata Residance dan Maharaja Village.

Pemkot Batu telah mengirim surat kepada 110 pengrmbang agar menyerahkan PSU. Apalagi, telh ada imbauan dari KOK soal penyerahan PSU ini.

"Mereka telah kami surati semua agar segera menyerahkan," tegasnya.

Melalui surat itu, ada beberapa pengembang yang menjawab masih menyiapkan dokumen legalitas dan perizinanya. Bahkan didapati pula sejumlah pengembang yang tanpa memberi jawaban apapun. 

"Yang kesulitan ketika keberadaan pihak pengembangnya tak diketahui," ujar Prasetyo.

Sejumlah pengembang diketahui kalau alamatnyabtidak sesuai dengan yang tercantum di profil. Kondisi itu mempersulit pemerintah untuk melacak keberadaan mereka.

"Mereka sudah tidak lagi di Kota Batu. Hambatan lainnya, ialah kepemilikan lahan perumahan bukan atas nama pengembang, tapi pihak lain. Padahal syaratnya, lahan properti harus satu atas nama pengembang," papar dia.

Kewajiban menyerahkan PSU bagi pelaku bisnis properti telah diamanatkan dalam Perda Kota Batu nomor 4 tahun 2020. Regulasi itu mengatur tentang penyediaan, penyerahan dan pengelolaan PSU. Penyediaan ini diatur dalam pasal 14 hingga pasal 16. Sedangkan prosentase penyediaan PSU yang harus dipenuhi oleh pengembang perumahan telah diatur dalam pasal 17 dan pasal 18.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved