Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dinkes Kabupaten Malang Klaim Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Makin Menurun

Omicron belum ada,sampel yang dikirimkan ke Unair ternyata varian delta. Capaian vaksin 83,10 persen, lansia 61 persen terakhir anak-anak 67,3 persen

SHUTTERSTOCK/Corona Borealis Studio via Kompas.com
Ilustrasi varian Omicron membawa banyak mutasi virus corona. Bukti awal menunjukkan bahwa varian Omicron dari virus corona kemungkinan memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi tetapi tidak membuat gejala terlalu parah. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menyatakan jumlah kasus aktif Covid-19 di wilayahnya tidak banyak.  Saat ini hanya ada 8 orang yang masih dirawat di rumah sakit akibat terpapar virus corona.

"Untuk kasus aktif di Kabupaten Malang saat ini tinggal 8 kasus. Mereka semua dirawat di rumah sakit tidak ada yang isolasi mandiri," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi pada Minggu (9/1/2022).

Menurut Arbani, jumlah tersebut jauh menurun bila dibandingkan pekan lalu yang mencapai 28 kasus aktif. Dinkes menyatakan penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang semakin efektif.

"Mereka semua yang masih termasuk kasus aktif (8 orang) dirawat di rumah sakit tidak ada yang isolasi mandiri. Yang 2 orang ada di ICU (intensive care unit) sedangkan sisanya 6 orang dirawat ruang inap. Dibanding pekan lalu kita ada penurunan. Dulu sempat 28 kasus aktif," sebut mantan Direktur Utama RSUD Lawang itu.

Sementara itu, pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini mengaku kasus aktif Covid-19 yang ada di Kabupaten Malang saat ini tidak ada kaitannya dengan varian omicron.

"Omicron belum ada, sampel yang dikirimkan ke Unair ternyata varian delta. Capaian vaksin 83,10 persen, lansia 61 persen terakhir anak-anak 67,3 persen," ungkap Arbani.

Terakhir, Arbani menyoroti pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang masih beresiko menularkan corona. Sebagai solusi, ia menyerukan kepada anak-anak usia 6 tahun hingga 11 tahun agar tidak takut menjalani vaksinasi Covid-19. Kata dia, anak-anak juga memiliki resiko yang sama terhadap penularan virus corona.

"PTM sudah jalan, kami menghimbau agar wajib vaksinasi. Ini untuk melindungi dirinya sendiri dari paparan Covid-19. Meskipun masih-masih anak juga rawan makanya perlu vaksin. Gak usah takut vaksin," pesannya. (ew)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved