Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dosen UIN Malang Bikin Aplikasi SIPIKI, Terinspirasi Pengalaman saat Menjadi Petugas Kesehatan Haji

Pembuatan aplikasi ini terinsipirasi dari pengalamannya saat bekerja sebagai petugas kesehatan haji pada 2018 dan 2019.

istimewa/dokumen pribadi
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang dr Christyaji Indradmojo SpEM membuat aplikasi SIPIKI (Sistem Pelaporan Kasus Ibadah Haji) bersama dosen-dosen UIN lainnya. Adanya aplikasi ini karena pengalamannya sebagai petugas kesehatan haji pada 2018 dan 2019. 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang dr Christyaji Indradmojo SpEM membuat aplikasi SIPIKI (Sistem Pelaporan Kasus Ibadah Haji) bersama dosen-dosen UIN lainnya.

Pembuatan aplikasi ini terinsipirasi dari pengalamannya saat bekerja sebagai petugas kesehatan haji pada 2018 dan 2019.

"Sipiki itu adalah sistem pelaporan kasus ibadah haji. Pada 2018, saya berangkat sebagai petugas haji. Saat itu memang ada rekrutmen dari Kemenag RI. Dimana mencari orang yang latar belakang kesehatan tapi bekerja di lapangan," cerita dr Chris pada suryamalang.com beberapa waktu lalu. Adanya tenaga kesehatan di lapangan agar bisa memberi output yang baik.

Sebab angka kesakitan dan kematian haji Indonesia konstan terjadi. Paling utama penyebabnya adalah karena masa tunggu yang lama untuk berangkat berhaji yang bisa mencapai 20 tahun lebih. "Itu jadi tantangannya. Jadi mendaftar saat sehat, begitu berangkat haji kadang dalam kondisi memiliki sakit karena sudah tua," jelas Kepala Klinik Ummi UIN Malang ini. 

Dikatakan, SIPIKI dibuat berbasis web. Latar belakangnya ada aplikasi ini karena ia merasa, pekerjaan di lapangan tidak seimbang dengan pekerjaaan di meja. "Bagaimana cara mengembangkan sistem di lapangan itu  terekam/data," katanya. Karena kadang menyelesaikan pekerjaan dengan pasien dan merekam data kadang membuat pecah konsentrasi 

"Saya sempat usul waktu itu untuk direkap manual. Kemudian saya sampaikan hal itu ke Pak Ferry, perawat dan Pak Arief dari TI UIN. Kemudian diberi saran bisa dibuatkan aplikasi.

Dokter-dokter lain juga merespons. Dengan ada aplikasi, maka input data di lapangan bisa dimasukkan ke SIPIKI agar tidak delay datanya," jelasnya.

Tapi karena berbasis web, maka tergantung pada jaringan internet. 

Kendala sempat terjadi karena upload foto data besar sehingga menghabiskan kuota. "Tapi SIPIKI tetap jalan dan perekaman data manual juga jalan sebagai back up. Semangat kita yaitu tetap merekam permasalahan di lapangan sebanyak-banyaknya," kata Chris. Dikatakan, dari Kemenag dan Kemenkes memang ada Siskohaj yang sudah terintegrasi.

"Semoga nanti SIPIKI bisa terintegrasi di Siskohaj. Ini sebagai sumbangsih kita pada negara agar tidak berjalan sendiri-sendiri," katanya. Ia menjelaskan, sebagai petugas kesehatan haji, yang dihadapi tak hanya masalah kesehatan, tapi juga non kesehatan. Apalagi jumlah jemaah haji Indonesia banyak sekali. 

Sebagai dokter dengan basic di emergency  medicine, fokus interest dirinya adalah di pra hospital. Yaitu bagaimana menangani pasien sebelum ke RS.

Semakin awal ditangani, hasilnya efisien dan bagus. Karena bagaimana mencegah orang sakit menjadi sehat. Pengalaman sebagai petugas kesehatan haji, fakta menangani non kesehatan juga datang.

"Paling banyak menangani jemaah haji tersesat. Ada yang ketika tersesat mencoba mencari sendiri gak ketemu-ketemu. Ada yang kreatif pasti akan bertanya-tanya agar ketemu. Dampak dari itu adalah kelelahan dan ujungnya pada kesehatan karena pingsan," jelas dia. Sebab jika dibiarkan, maka akan memicu penyakit komorbitnya.

Untuk pengembangan SIPIKI sejauh sudah disupport prodi dan dihakikan. Di FKIK UIN Malang, SIPIKI sudah dilink-kan di web karena ada ada unit kesehatan haji.

Hal ini selaras dengan keinginan FKIK bergelut di kesehatan haji sehingga berbeda dengan Fakuktas Kedokteran lainnya. Ia juga melibatkan mahasiswa FK saat SIPIKI awal untuk membantu merekap data, membersihkan data dan membuat tabulasi sebagai bantuan moral.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved