Breaking News:

Berita Madiun Hari Ini

Pelaku Industri Kerupuk Kabupaten Madiun Keluhkan Harga Minyak Goreng yang Tak Kunjung Turun

Pelaku Industri Kerupuk di Kabupaten Madiun mengeluhkan harga minyak goreng yang tak kunjung turun sejak akhir tahun 2021.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sofyan Candra
Produksi kerupuk di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun 

Laporan Wartawan:  Sofyan Arif Candra

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Pelaku Industri Kerupuk di Kabupaten Madiun mengeluhkan harga minyak goreng yang tak kunjung turun sejak akhir tahun 2021.

Produsen kerupuk di Desa Mojopurno,  Kariman mengatakan saat ini harga minyak goreng mencapai Rp 20.000 per kilogram (Kg).

Ini merupakan harga minyak tertinggi yang pernah ia beli selama puluhan tahun menjadi pelaku industri kerupuk.

"Normalnya Rp 12.000 per Kg. Kalau naik jadi Rp 14.000 per Kg, atau paling tinggi Rp 18.000 er Kg."

"Tapi sekarang bisa sampai Rp 20.000/Kg," kata Kariman kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (7/1/2022).

Karena tingginya harga, Kariman harus mengurangi belanja minyak gorengnya. Jika biasanya ia beli 3 drum minyak goreng.

Kini ia harus membeli 1 drum saja lantaran modal usaha yang terbatas.

"Kalau sebelum naik itu 1 drum minyak goreng berisi 180 kilogram harganya Rp 2,7 juta, tapi sekarang sampai Rp 3,5 juta," lanjutnya.

Menurutnya, dengan naiknya harga minyak goreng ini, hanya cukup untuk menutupi modal, bahkan kadang kala ia merugi.

Untuk menyiasatinya, mengurangi adonan atau bahan kerupuk tersebut sedikit lebih kecil.

Ha ini dipilih karena ia tidak mungkin menaikkan harga kerupuknya.

"Sekalipun dikecilkan, hasilnya kurang. Tidak menutupi pembiayaan tenaga kerja karena harga minyaknya naik terus," keluhnya.

Ia berharap pemerintah bisa bertindak cepat untuk melakukan intervensi agar harga minyak goreng bisa kembali normal.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved