Senin, 27 April 2026

Berita Jember Hari Ini

492 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang, 1726 Warga Jember Terdampak

Sebanyak 492 rumah tergenang dan 1.726 jiwa terdampak banjir bandang di Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: isy
sri wahyunik/suryamalang.com
Warga menarik mobil yang sempat terseret banjir di Perumahan Bumi Mangli Permai Kelurahan Mangli, Kaliwates, Jember, Minggu (9/1/2022). 

Berita Jember Hari Ini
Reporter: Sri Wahyunik
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | JEMBER - Sebanyak 492 rumah tergenang dan 1.726 jiwa terdampak banjir bandang di Jember.

Demikian data terakhir yang diperbaharui oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Senin (10/1/2022).

Banjir terjadi di Kecamatan Kaliwates, dan Rambipuji, Minggu (9/1/2022).

Banjir kategori bandang terjadi di Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates, sedangkan banjir genangan terjadi di Desa Rambipuji dan Desa Rambigundam Kecamatan Rambipuji.

Di Kecamatan Kaliwates, ada tiga kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Kaliwates, Mangli, dan Sempusari, dengan total KK yang terdampak mencapai 442 KK atau 1.596 jiwa.

Banjir bandang Kaliwates, paling parah menerjang kawasan Kelurahan Mangli.

Akibatnya, Perumahan Bumi Mangli Permai terdampak paling parah.

Sementara di Kecamatan Rambipuji ada 48 KK terdampak atau 172 jiwa.

Sedangkan fasilitas umum yang rusak ada empat unit, dan ada satu rumah rusak sedang.

"Untuk yang paling parah memang di Mangli, terutama di Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP)," ujar Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo, Senin (10/1/2022).

Banjir bandang menyisakan kerusakan.

Kerusakan di Perumahan BMP antara lain jalan perumahan, tembok halaman warga, perabotan rumah tangga, juga kendaraan.

Kerusakan jalan perumahan BMP di beberapa titik terbilang parah, bahkan ada yang tergerus air sampai terputus.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung dampak banjir bandang Jember, Senin (10/1/2022) sore.

Gubernur mendatangi Perumahan BMP, dan dapur umum di Kantor Kecamatan Kaliwates.

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Jember Hendy Siswanto, Forkompinda Jember, Kepala BPBD Jember Sigit Akbari, Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa, Bakorwil Jember Imam Hidayat, dan Kadis PU SDA Pemprov Jatim Isa Anshori, juga jajaran Forkompimda Jember.

Kepada wartawan, Khofifah menyampaikan kehadirannya di Jember untuk mengidentifikasi dan menyiapkan segala kebutuhan warga yang perlu diperbaiki.

Apalagi, setiap surutnya banjir maka ada turunan bawaaan pasca banjir seperti material batu, pasir dan lumpur yang harus segera dibersihkan.

Untuk itu, Damkar harus disiapkan guna mendukung proses pembersihan dari endapan lumpur maupun material yang ada.

Khofifah juga mengapresiasi kerja sama dan gotong royong antara TNI-Polri, relawan bersama warga dalam menangani banjir.  

"Saya menyampaikan rasa terima kasih atas bentuk kegotong royongan dan saling membantu meringankan beban warga terdampak akibat lumpur yang masuk ke rumah warga juga area jalan akses perumahan terdampak. Warga juga bergotong royong membersihkan," ujarnya.  

Khofifah juga kembali mengingatkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang fenomena LaNina dan ancaman bencana hidrometeorologi.  

"Kebetulan di Perumahan Bumi Mangli Permai ini terjadi banjir bandang dan banyak rumah yang rusak. Infrastruktur jalan yang rusak nanti kami bantu, sedangkan Pemkab membantu pembersihan supaya cepat selesai," tegasnya.

Seusai meninjau BMP, Khofifah meninjau Sungai Semangir.

Sungai Semangir merupakan sungai yang kerap meluap, dan menggenangi beberapa titik di Kecamatan Kaliwates.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved