Breaking News:

Berita Trenggalek Hari Ini

Bupati Trenggalek Siapkan Insentif Khusus bagi Pengusaha yang Terapkan Ekonomi Hijau

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyiapkan insentif khusus bagi para pengusaha yang menerapkan ekonomi hijau.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eko Darmoko
aflahul abidin/suryamalang.com
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyiapkan insentif khusus bagi para pengusaha yang menerapkan green economy atau ekonomi hijau.

Ekonomi hijau yang dimaksud adalah model usaha yang ramah lingkungan.

Artinya, usaha itu bernilai ekonomi sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu mengatakan, insentif khusus yang akan diberikan berupa insentif pajak tertentu.

"Sudah waktunya sektor usaha menjalankan usaha yang ramah lingkungan. Karena akan menjadi percuma usaha semakin besar, penghasilan semakin banyak bila tidak ramah dengan lingkungan," kata Mas Ipin, Selasa (11/1/2022).

Pemkab, kata dia, juga telah mengeluarkan berbagai macam kebijakan yang mendukung tumbuhnya iklim ramah lingkungan di Kabupaten Trenggalek.

Salah satunya, melalui Surat Edaran (SE) Bupati tentang Kompensasi Karbon dan Respons Dampak Perubahan Iklim Melalui Donasi Pohon.

Dalam SE yang diteken Sabtu (8/1/2022) itu, pemkab mewajibkan para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berdonasi pohon setiap tahunnya.

Jumlah pohon yang harus didonasikan untuk ditanam bergantung pada jabatan masing-masing. Misalnya, jabatan bupati diwajibkan untuk menanam 50 pohon setahun.

Sementara untuk masyarakat umum, kebijakan menanam pohon menjadi imbauan. Mereka diminta secara sukarela untuk menanam satu pohon per tahun.

Ia mengatakan, upaya untuk membentuk lingkungan yang "hijau" tak bisa maksimal apabila hanya dijalankan oleh pemerintahan.

Maka dari itu, ia juga meminta agar para pengusaha yang ada di Kabupaten Trenggalek untuk turut mendukung langkah itu dengan menerapkan usaha ekonomi hijau.

"Saya berharap, sebanyak mungkin pengusaha menerapkan bisnis hijau. Saya buat peraturan bupatinya. Akan saya usulkan intuk mendapat keringanan pajak. Karena dengan menjalankan bisnis hijau, artinya juga mendukung indikator kota hijau," ucap dia.

Mas Ipin mengatakan, bisnis yang tak ramah lingkungan akan meningkatkan risiko ancamam terhadap bencana di masa mendatang.

"Percayalah bisnis mau semaju apapun, terus pendapatan sebanyak apapun, kalau kita tidak baik dengan lingkungan, maka ancaman bencananya setiap waktu akan datang. Bila terjadi bencana, uang yang kita kumpulkan tidak akan berarti apa apa," sambungnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved