Berita Lamongan Hari Ini

UPDATE Insiden Salah Tangkap Polisi Akhirnya Berdamai, Kapolres Lamongan Sebut Ada Kesalahpahaman

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana mengatakan, saat petugas melakukan tugas kepolisian di lapangan memang ada kesalahpahaman.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hanif Manshuri
Satria Galih Wismawan dan mertua Andrianto bersama Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dalam momen rilis untuk islah di Polsek Babat, Kamis (13/1/2022) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Polres Lamongan akhirnya menggelar konferensi pers terkait peristiwa salah tangkap yang dilakukan oleh anggota polisi kepada korban yang merupakan warga Bojonegoro, Kamis (13/1/2022).

Pihak Polres Lamongan menghadirkan korban salah tangkap, Andrianto (63) dan menantunya Satria Galih Wismawan (32) dan memaparkan peristiwa sebenarnya di Mapolsek Babat,Kamis (13/1/2022).

Pada pertemuan itu ditegaskan jika permasalah salah tangkap telah diselesaikan secara kekeluargaan, islah.

"Memang benar pada tanggal 28 Desember 2021. Kami Polres Lamongan melaksanakan serangkaian tindakan kepolisian yang menimpa keluarga mas Satria dan pak Andrianto," kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dengan didampingi keluarga asal Bojonegoro.

Baca juga: Korban Salah Tangkap Polisi di Lamongan Buka-Bukaan, Kaget Suara Tembakan dan Trauma Kekerasan

Dikatakan, waktu itu keluarga Andrianto diakui sedang dalam suasana duka, karena ada keluarga yang dipanggil Allah. 

Namun demikian anggota di lapangan terjadi kesalahpahaman dengan pihak keluarga Satria.

"Setelah mengetahui membawa jenazah kami mempersilahkan pihak keluarga melanjutkan perjalanan ke Bojonegoro," katanya.

Ia menyebut saat itu anggota sedang  melakukan kegiatan kepolisian di daerah wilayah hukum Lamongan.

"Jadi itu adalah kegiatan kepolisian," tandasnya.

Rangkaian kejadiannya memang ada macet dan lainnya. Kemudian ada yang mengambil video  yang kemudian muncul dari medsos disebut penangkapan pelaku narkoba dan teroris.

"Saya masih ingat waktu itu pengamanan tahun baru. Penangkapan beredar di medsos. Dan keluarga merasa dirugikan," katanya.

Setelah itu, beredar kabar di medsos bahwa yang terjadi sat itu adalah kasus penangkapan narkoba dan pelaku terorisme.

"Dan yang beredar di Medsos itu  adalah tidak benar. Karena mas Satria dan pak Andrianto bukan pelaku narkoba ataupun pelaku terorisme," tandasnya.

Miko mengaskan pihak kepolisian tidak pernah mengatakan itu.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved