Breaking News:

Berita Jombang Hari Ini

Anak Kiai di Jombang Resmi Jadi Buronan Polisi Pasca Berstatus Tersangka Kasus Pencabulan Santriwati

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menegaskan, setelah diterbitkannya surat DPO atas nama MSAT, akan menjemput paksa

Editor: Dyan Rekohadi
Tangkapan layar video
Petugas Polda Jatim saat diadang massa di depan Ponpes di Jombang saat mengantar surat panggilan bagi anak Kiai yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan santri 

Namun, upaya penyidik itu, malah dihadang ratusan massa yang bersiaga di sekitar area kompleks lembaga pendidikan yang dikelola orangtua MSAT. 

Upaya penghadangan itu, sempat diabadikan dalam sebuah rekaman video berdurasi tak lebih dari 2 menit, hingga viral di media sosial pada Kamis (13/1/2022). 

Video tersebut menunjukkan anggota polisi berpakaian sipil tampak dihalau saat akan masuk di komplek lembaga pendidikan yang dikelola keluarga atau orangtua MSAT. 

Dalam video seorang pria mengaku utusan Polda Jatim hendak mengantarkan surat panggilan untuk MSAT, yang berstatus tersangka dugaan kasus rudapaksa. 

"Saya hanya menjalankan tugas mengantarkan surat panggilan untuk Mas Bekhi (MSAT) kalau tidak ada tidak apa-apa, kami tidak akan mengganggu ketentraman bapak-bapak," ujar pria dalam video itu. 

Namun, bagi Totok, hal itu tidak dianggapnya sebagai suatu bentuk kendala yang berarti. Mengingat penyidik yang datang saat itu, hanya ingin menyerahkan surat pemanggilan. 

Dan ternyata, MSAT tidak berada di tempat  untuk menerima surat tersebut, ataupun memenuhi instruksi agenda pemeriksaan yang tertulis dalam surat tersebut. 

"Saya kira bukan didemo ya, kemarin penyidik memang untuk menjalankan surat perintah membawa karena tersangka tidak berada di tempat menurut keterangan yang ada di situ," katanya. 

Oleh karena itu, Totok berharap, tersangka untuk kooperatif dalam menjalani serangkaian tahapan hukum yang sedang berlangsung, dan menjerat namanya. 

"Kami minta kepada saudara tersangka untuk taat dan kooperatif menjalankan hukum ini, karena kasus ini sudah P-21, kewajiban kami untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan proses peradilan," pungkasnya. 

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved