Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

Pembangunan Lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar Tak Rampung Tepat Waktu, Rekanan Didenda Rp 7 Juta/Hari

Pemkot Blitar memberi waktu perpanjangan pekerjaan maksimal 50 hari kepada pelaksana proyek pembangunan lantai dua Pasar Legi.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Pekerja memasang travelator di Pasar Legi Kota Blitar, Senin (10/1/2022). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pemkot Blitar memberi waktu perpanjangan pekerjaan maksimal 50 hari kepada pelaksana proyek pembangunan lantai dua Pasar Legi.

Selama waktu perpanjangan pekerjaan, pelaksana proyek harus membayar denda 1:1000 dari nilai kontrak per hari.

Jika nilai kontrak proyek pembangunan lantai dua Pasar Legi sebesar Rp 7 miliar, maka pelaksana proyek harus membayar denda sebesar Rp 7 juta per hari selama waktu perpanjangan pekerjaan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan pelaksana proyek tidak bisa menyelesaikan pembangunan lantai dua Pasar Legi sesuai kontrak.

Sesuai kontrak, pekerjaan proyek pembangunan Pasar Legi selesai akhir Desember 2021.

Tetapi, pekerjaan baru selesai 75 persen hingga waktu kontrak habis.

Sedang sisa pekerjaan yang 25 persen berupa pemasangan travelator belum bisa diselesaikan sesuai kontrak.

"Sesuai Keppres, kalau pekerjaan belum selesai, pelaksana proyek bisa diberikan waktu perpanjangan maksimal 50 hari," kata Hakim kepada SURYAMALANG.COM, Senin (10/1/2022).

Dikatakannya, pelaksana proyek diberikan waktu perpanjangan pekerjaan dengan membayar denda.

"Selama waktu perpanjangan, pelaksana proyek harus membayar denda. Dendanya seperseribu dari nilai kontrak per hari," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved