Rabu, 22 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Perum Jasa Tirta (PJT) I Akan Berbisnis Air dan Non Air di 2022

Memasuki 2022, Perum Jasa Tirta (PJT) I berencana mengembangkan bisnis dari sektor air dan non air.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
PJT 1
Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan, untuk menunjang rencana bisnis, PJT I akan melakukan pengembangan tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Memasuki 2022, Perum Jasa Tirta (PJT) I berencana mengembangkan bisnis dari sektor air dan non air.

Momentum ini bertepatan dengan hadirnya dua orang direksi baru, yakni Direktur Operasional, Milfan Rantawi dan Direktur Keuangan, Pengelolaan Sumber Daya, dan Manajemen Risiko, Mukhamad Taufiq kini PJT I siap

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan, untuk menunjang rencana bisnis, PJT I akan melakukan pengembangan tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Pertama di Kabupaten Lamongan dengan mengembangkan SPAM Sekaran untuk tambahan 3.000 sambungan rumah baru. Kedua dikembangkan pula SPAM Karangbinangun di Kabupaten Lamongan yang telah disepakati dengan Bupati Lamongan.

Ketiga yakni rencana kerjasama pembangunan SPAM di Kota Malang melalui kerjasama dengan Pemkot Malang.

"Untuk bisnis air bersih kami akan lebih progresif dengan Danareksa untuk bisa mengembangkan dan investasi untuk air minum. Jadi harapannya, BUMN semacam kita ini bisa lebih berperan mengcover air untuk masyarakat yang belum terjangkau PDAM," tuturnya.

Target pengembangan bisnis menjadi salah satu rencana perusahaan setelah masuk dalam klastering BUMN.

Ia menjelaskan, melalui klastering BUMN maka PJT I dan PJT II masuk dalam satu klaster di bawah PT Danareksa yang akan memberikan fasilitasi dan investasi pengembangan perusahaan.

"Pada 2022 ini akan erat kerjasama dengan sub klaster keairan seperti dengan PJT II dan BUMN lain. Kami memiliki Key Performance Indikator sebagai BUMN pengelola SDA,” katanya, Jumat (21/1/2022).

Dari sektor bisnis non air, PJT I melalui anak perusahaan PT Jasa Tirta Energi (JTE) juga mulai mengagresifkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tahun ini, JTE masuk lebih agresif untuk PLTS.

“Memang regulasi sangat banyak dan cukup kompleks tapi tetap bisa dinavigasi,” ujar Raymond.

PLTS rencananya akan dibangun secara terapung di bendungan yang dikelola PJT I.

Pilot project PLTS disiapkan di tiga lokasi bendungan yakni Bendungan Wonogiri di Jawa Tengah yang telah masuk rencana usaha penyediaan tenaga listrik oleh PT PLN.

Kedua yakni rencana pembangunan PLTS di Bendung Kedung Ombo, Grobogan, Jawa Tengah dan ketiga pembangunan PLTS di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang.

Saat ini PJT I juga menargetkan penyelesaian pembangunan Laboratorium Kualitas Air di Parapat, Sumatera Utara.

"Lab Parapat ini awalnya bisa selesai 2021 karena dekat dengan bangunan cagar budaya, maka proses pembangunannya tidak boleh menggunakan alat berat. Saat ini sudah masuk tahap pembangunan konstruksi, semuanya harus terlaksana lebih hati-hati,” katanya.

Bangunan fisik sudah mencapai 30 persen per akhir 2021. Ditargetkan selesai akhir semester satu atau pertengahan 2022.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved