Berita Arema Hari Ini

Ada Memori Arema Juara di Balik Laga Persib Vs Persikabo Bagi Robert Rene Alberts dan Liestiadi

Pelatih Persib Robert dan pelatoh Persikabo, Liestiadi pernah sukses mengantar Arema meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) musim 2009-2010.

Editor: Dyan Rekohadi
wearemania.net
Robert Rene Albert ketika jadi arsitek Arema 

SURYAMALANG.COM - Pertandingan Persib Bandung Vs Persikabo di Pekan ke 21 BRI Liga 1 2021 diliputi memori kejayaan Arema.

Pertandingan Persib Bandung melawan Tira Persikabo pada hari Sabtu (29/1 2022) akan menjadi pertemuan dua pelatih, Robert Rene Alberts dan Liestiadi.

Kedua pelatih ini pernah menjadi satu kala menukangi tim Arema di musim 2009-2010.

Kini keduanya akan saling berhadapan dengan skuat masing-masing.

Sebagai informasi, Robert dan Liestiadi merupakan pelatih yang sebelumnya pernah bekerjasama menangani tim yang sama. 

Keduanya pernah bekerjasama memimpin tim Arema FC.

Waktu itu, Robert ditunjuk menjadi pelatih kepala Singo Edan, sedangkan Liestiadi menjadi tangan kanannya alias asisten pelatih.

Keduanya pun sukses mengantar Arema meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) musim 2009-2010.

Robert sempat dipertemukan kembali dengan Liestiadi pada musim 2019.

Robert yang menahkodai Persib merekomendasikan agar Liestiadi memimpin tim satelit Persib, Bandung United.

Namun, kebersamaan keduanya tak berjalan lama menyusul dipecatnya Liestiadi di pertengahan jalan.

Kini, Robert dan Liestiadi kembali dihadapkan tapi bukan sebagai kawan melainkan sebagai lawan.

Robert sebagai pelatih Persib Bandung, sedangkan Listiadi sebagai nahkoda Persikabo.

Duel Persib vs Tira Persikabo berlangsung di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (29/1/2022).

"Kami berteman baik sejak beberapa tahun lalu tapi itu tidak masalah. Saya menaruh respek kepadanya sebagai pelatih," kata Alberts kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

"Dan saya respek kepada Persikabo sebagai tim karena punya kualitas yang sangat bagus di penyerangan," kata Alberts lagi.

Robert menilai Tira Persikabo di bawah komando Liestiadi mengalami peningkatan perfoma cukup signifikan.

Dia mengaku sudah mengantongi kelemahan tim berjulukan Laskar Padjajaran itu.

"Mereka sangat kuat secara individual tapi tentunya mereka juga memiliki kelemahan," tutur pelatih 67 tahun itu.

Lebih lanjut, Alberts menegaskan dirinya tetap profesional dengan menargetkan Persib meraih hasil maksimal.

Raihan tiga poin merupakan harga mati bagi Beckham Putra dkk demi mengamankan posisi di papan atas. Sekaligus menjaga kans dalam persaingan perebutan gelar juara.

"Kami harus terus melanjutkan perolehan poin guna membuka peluang menjadi yang terbaik. Itu yang terus kami kerjakan jelang laga melawan Persikabo, karena kami butuh tiga poin," ucap Alberts.

Sebab, persaingan papan atas Liga 1 2021-2022 berlansung ketat dan hanya terpaut jarak keunggulan poin tidak jauh.

Persib saat ini menempati peringkat kedua dengan koleksi 40 poin dan masih rawan tergelincir dari lima besar.

Jika Persib gagal meraup poin, mereka berpeluang disalip duat tim di bawahnya, yakni Persebaya dan Bali United

Persib hanya unggul satu poin atas Persebaya. Adapun dengan Bali United, Persib unggul dengan dua angka.

"Kami ingin tetap berada di papan atas dan tetap ada di perlombaan (juara) liga. Kami harus menjaga jarak dan jangan sampai selisih poinnya menjadi 6 (dengan pemuncak klasemen)," tutur Alberts.

"Memang enam poin masih bisa terkejar tapi jika sudah sembilan itu mustahil. Kini kami hanya berjarak tiga poin dengan pemuncak klasemen dan kami tahu apa yang mau kami capai," katanya mengakhiri.

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved