Berita Pasuruan Hari Ini
KPSP Setia Kawan Pasuruan Kembangkan Susu Organik
Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Pasuruan mulai menjajaki potensi susu organik di tahun 2022.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: isy
Berita Pasuruan Hari Ini
Reporter: Galih Lintartika
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | PASURUAN - Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Pasuruan mulai menjajaki potensi susu organik di tahun 2022.
Percobaan ini dilakukan karena susu organik dianggap berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi di Pasuruan, dan Jawa Timur.
Farhan, Bendahara KPSP Setia Kawan mengatakan, tahun ini pihaknya mulai melakukan pengembangan untuk susu organik.
Disampaikannya, persiapan sejauh ini sudah mencapai 40 persen lebih.
Harapannya, tahun ini, koperasinya sudah menghasilkan susu organik.
"Ini adalah tindak lanjut setelah KPSP Setia Kawan menjalin kerjasama dengan Denmark beberapa waktu lalu. Denmark adalah negara penghasil susu organik terbaik," katanya.
Menurut Farhan, tahap awal ini, ada sembilan ekor dari farm milik KPSP Setia Kawan yang akan diberlakukan berbeda dibandingkan sapi lainnya.
Diakui Farhan, untuk mendapatkan susu organik, perlakuan terhadap sapi pun juga harus organik.
Artinya, perlu ada treatmen khusus.
"Perlakuannya juga berubah. Intinya, susu organik itu didapatkan dari sapi yang dirawat secara organik," lanjut Farhan.
Farhan menyebut, sapi - sapi ini nantinya akan dilepaskan dari kandang.
Mereka akan diletakkan di sebuah lahan kosong dan dibiarkan di sana.
Mereka akan mencari makan sendiri.
Selain itu, mereka dibiarkan leluasa hidup di alam tanpa ada aturan yang selama ini dilakukan peternak.
"Jadi benar-benar organik. Karena syaratnya memang itu, susu organik didapatkan dari sapi yang organik, tidak ada makanan non organik dan lain sebagainya," urainya.
Disampaikannya, harga susu organik lebih mahal dibandingkan susu pada umumnya.
Perbedaannya bisa mencapai 40 persen.
"Nah ini kami mencobanya. Kalau dari fam kami berhasil, kami akan sosialisasi dan edukasi ke peternak sapi untuk mulai mengembangkan susu organik ini," paparnya.
Farhan menyebut potensinya masih besar dan peluangnya sangat luas.
Ia menguraikan, kesempatan ini bisa dimaksimalkan.
"Harapannya, peternak atau anggota koperasi bisa lebih sejahtera dan lebih makmur. Kami akan koordinasi dengan perusahaan yang akan mengekspor susu ini," lanjutnya.
Sekadar informasi, KPSP Setia Kawan menjadi satu satunya koperasi pertama yang mencoba mengembangkan susu organik ini.
Sebelumnya, KPSP Setia Kawan sudah menjalin kerja sama dengan Denmark sebagai negara penghasil susu organik terbaik di dunia.
Ada kerja sama di antara kedua pihak.
Jalinan kerja sama itu ada proses transfer knowledge yang membuat KPSP Setia Kawan mengetahui seluk-beluk peternakan organik.