Penanganan Covid

Ini Fakta Hitungan Data Gelombang Ketiga Covid-19 di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Beber Strategi

Tercatat saat ini BOR Isolasi di Jatim masih di angka 4,31 persen per minggunya.Sedangkan BOR mingguan nasional sudah merangkak naik ke 13,85 persen

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Humas Pemprov Jatim
ILUSTRASI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Lonjakan kasus Covid-19 secara nasional telah nampak sejak minggu ke-3 Januari 2022.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rabu (2/2/2022) lalu menyebut bahwa Indonesia telah resmi masuk gelombang 3 covid-19.

Berdasarkan data Kemenkes RI per 3 Februari 2022, tercatat 17.895 kasus baru terdeteksi secara nasional. Laporan kenaikan kasus terbanyak dicatatkan oleh DKI Jakarta yakni sebanyak 10.117 kasus, lalu Jawa Barat dengan 7.308 kasus baru, Banten 4.312 kasus baru, Bali dengan 1.501 kasus baru dan Jawa Timur tercatat 1.394 kasus baru.

Dengan kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa dirinya bersama Forkopimda Jatim, jajaran Pemprov Jatim, Pemkab/pemko se-Jatim telah menyiapkan sejumlah jurus guna menangani dengan sigap gelombang ketiga di Jatim.

Gubernur Khofifah menerangkan, langkah sigap tersebut dilakukan dengan melakukan upaya preventif atas lonjakan kasus yang biasa terjadi usai libur panjang.

"Seperti pola sebelumnya, bahwa akan terjadi lonjakan kasus pasca libur panjang. Kita sudah siapkan rencana (plan) sejak November lalu. Sehingga lonjakan kasus  diharapkan bisa terantisipasi," ungkap Gubernur Khofifah, Jumat (4/2/2022).

Adapun langkah antisipatif dan preventif tersebut disiapkan secara matang antara lain dengan melakukan optimalisasi Tracing, Testing dan Treatment (3T), penerapan 5M dan percepatan vaksinasi.

"Alhamdulillah meski secara nasional kasus merangkak naik, situasi di Jatim meski mengalami kenaikan tetapi  masih terkendali dan indikator penanganan pandemi masih sesuai standar WHO," jelas Khofifah.

Khofifah memaparkan, kapasitas testing di Jatim mencapai 4x standar WHO yakni 160-180 ribu tes PCR per minggunya.

Dengan testing yang memadai, prosentase positivity rate di Jatim tercatat 1,72 persen.

"Positivity rate tersebut masih sesuai dengan standar WHO yakni di bawah 5 persen. Sementara kita tahu saat ini positivity rate nasional adalah 8,95%," tuturnya

Lebih lanjut, persentase tracing dari kasus positif di Jatim pun masih dalam kondisi memadai yakni 15,64.

Hal tersebut masih sesuai standar yang ditetapkan Kemenkes yakni 15 orang per 1 kasus.

Sedang jika dibandingkan dengan tracing ratio nasional saat ini berada di angka 8,92.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved