Berita Trenggalek Hari Ini

Modus 2 Perangkat Desa Korupsi DD dan ADD Sebesar Rp 260 Juta di Trenggalek

Kejari Trenggalek menetapkan dua perangkat Desa Ngulanwetan berinisial AK dan S menjadi tersangka korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
pixabay
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek menetapkan dua perangkat Desa Ngulanwetan berinisial AK dan S menjadi tersangka korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

DD merupakan anggaran untuk pemerintah desa yang bersumber dari APBN.

SedangkanADD sumbernya berasal dari APBD Kabupaten.

Kajari Trenggalek, Darfiah menjelaskan dua tersangka menilap DD dan ADD tahun anggaran 2019.

Dua tersangka merupakan pengelola kegiatan dana tersebut.

“Tersangka S lebih dominan mengerjakan kegiatan yang didanai dari ADD. Tersangka AK lebih dominan mengerjakan kegiatan yang didanai dari DD,” kata Darfiah kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (3/2/2022).

Saat beraksi, dua tersangka menggelembungkan penggunaan dana DD dan ADD.

Dua tersangka juga menjalankan kegiatan penggunaan dana tersebut dengan cara yang tak sesuai prosedur.

“Pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilakukan oleh pengelola kegiatan dalam melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan realisasi pekerjaan yang dikelolanya,” ujar Darfiah.

Kejaksaan juga menemukan adanya selisih dalam pertanggungjawaban administrasi keuangan pengelolaan ADD dan DD sebesar Rp 260 juta.

Untuk ADD, kata Darfiah, adanya selisih sekitar Rp 80 juta antara realisasi pelaksanaan kegiatan melalui SPP dengan hasil audit.

Sementara untuk DD, selisih yang didapat senilai kira-kira Rp 180 juta.

“Hasil tersebut berdasarkan hasil kolaborasi dari jaksa peyidik Kejari dan Inspektorat Kabupaten Trenggalek,” sambung Darfiah.

Selain menetapkan sebagai tersangka, Kejaksaan juga telah menahan dua perangkat desa itu. Mereka kini berada di Rutan Kelas IIB Trenggalek.

“Keduanya diancam dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda,” terangnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved