Pelecehan Seksual di Sekolah Tari Malang

Korban Kejahan Guru Tari di Kota Malang Bertambah, Total Ada 11 Orang yang Melapor

Hingga Senin (14/2/2022) tercatat, sudah ada 11 laporan masuk atas dugaan pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Korban pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh guru tari di Kota Malang kembali bertambah.

Hingga Senin (14/2/2022) tercatat, sudah ada 11 laporan masuk atas dugaan pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan berkas perkara untuk masuk ke Tahap I. Dalam tahap ini, penyidik akan melimpahkan perkara tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

"Terhitung hingga hari ini, ada beberapa tambahan korban. Tercatat, sudah ada 11 korban yang sudah melapor. Mungkin sudah lebih dari itu, dan kami akan tangani ini secara serius," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (14/2/2022).

Dirinya menjelaskan, para korban ini merupakan murid yang ikut dalam sanggar tari milik pelaku. Pelaku diketahui bernama YR alias Yahya (37), warga Kelurahan Gadingkasri Kecamatan Klojen itu diketahui mengincar gadis berusia 12-13 tahun sebagai korban.

"Kami masih akan melakukan pemeriksaan para korban baru ini secara intensif. Karena korban masih sekolah, jadi kami menyesuaikan waktu luang korban,"

"Untuk saat ini, kami masih terus membuka pintu bagi korban untuk melapor. Kami akan mengawal sampai proses hukum di meja hijau, dan kami berharap bisa memberikan tuntutan hukuman maksimal bagi tersangka," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, cabuli dan setubuhi gadis di bawah umur, seorang guru tari ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, tersangka berinisial YR alias Yahya (37), ditangkap pada Selasa (18/1/2022), usai para korban melapor ke Polresta Malang Kota.

Modus yang dilakukan tersangka adalah melakukan meditasi atau ritual dalam pelaksanaan tarian jaranan kepada para korban.

Jadi, para korban yang rata rata berusia 12-13 tahun itu dibawa ke suatu kamar, lalu diraba, dilakukan pencabulan dan disetubuhi.

Perlu diketahui, tersangka memiliki sanggar tari. Dan sanggar tari tersangka, mempunyai 62 murid dengan perincian 21 murid perempuan dan 41 murid laki-laki.

Diketahui, aksi pelaku ini dilakukan sejak September hingga November 2021 lalu.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved