Kamis, 9 April 2026

Berita Blitar Hari Ini

Kota Blitar Dapat Sumbangan Kendaraan Tempur dari Marinir

Kendaraan tempur sejenis tank itu akan digunakan untuk melengkapi rencana pembangunan Museum PETA di Kota Blitar. 

Penulis: Samsul Hadi | Editor: rahadian bagus priambodo
Proses penurunan kendaraan tempur sumbangan dari Marinir untuk pembangunan Museum PETA di Kota Blitar, Senin (14/2/2022). 

SURYAMALANG.COM|BLITAR - Kota Blitar mendapatkan sumbangan kendaraan tempur BTR 50 P dari Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir Surabaya. 

Kendaraan tempur sejenis tank itu akan digunakan untuk melengkapi rencana pembangunan Museum PETA di Kota Blitar. 

Kendaraan tempur itu datang di Kota Blitar pada Senin (14/2/2022), bertepatan dengan momentum peringatan Pemberontakan Tentara PETA. 

Kendaraan tempur diangkut menggunakan truk pengangkut ekskavator dari Surabaya ke Kota Blitar. 

Sekarang, kendaraan tempur di parkir di halaman Kompleks Monumen PETA di Jl Sudanco Supriyadi, Kota Blitar. 

Proses penurunan kendaraan tempur dari truk berjalan lumayan lama. 

Petugas harus menggunakan dua unit alat berat untuk menurunkan kendaraan tempur yang mempunyai bobot sekitar 140 ton dari truk. 

"Hari ini, kami kedatangan tank dan meriam dari Marinir. Kendaraan tempur itu akan menyempurnakan performance ketika kami membangun Museum PETA," kata Wali Kota Blitar, Santoso.

Santoso mengatakan kendaraan tempur itu merupakan sumbangan dari Pasukan Marinir Surabaya untuk melengkapi rencana pembangunan Museum PETA di Kota Blitar. 

Rencananya, Kota Blitar masih mendapatkan sumbangan lagi kendaraan tempur dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara. 

"Kami juga akan mendapat sumbangan pesawat untuk melengkapi rencana pembangunan Museum PETA," ujarnya. 

Dikatakannya, Pemkot Blitar segera menyempurnakan pembangunan Museum PETA

Sesuai rencana, gedung pusat komando PETA yang dulu sempat ditempati siswa SMPN 3 dibangun menjadi diorama Sudanco Supriyadi.

"Gedung bagian belakang akan kami lengkapi diorama sejarah pahlawan Supriyadi," katanya.

Letda Marinir M Wahyudi dari Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir Surabaya mengatakan kendaraan tempur BTR 50 P merupakan buatan Rusia pada 1940.

Kendaraan tempur itu bisa berfungsi di air dan darat. Bobot kendaraan tempur itu sekitar 140 ton. 

"Kendaraan tempur itu merupakan kendaraan pengangkut pasukan infanteri," katanya. (sha) 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved