Berita Lumajang Hari Ini

6 Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru 'Tak Terurus' di RSUD dr Haryoto Lumajang, Tak Diidentifikasi

Hingga kini tidak ada kepastian langkah apa yang diberlakukan pada 6 jenazah itu. Apakah akan dimakamkan atau akan diidentifikasi.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Tony Hermawan
Dokumen petugas kamar mayat saat menangani jenazah korban erupsi Gunung Semeru. 

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Sebanyak 6 jenazah korban erupsi  Gunung Semeru 'tak terurus' di kamar mayat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto .

Hingga kini tidak ada kepastian langkah apa yang diberlakukan pada 6 jenazah itu. Apakah akan dimakamkan atau akan diidentifikasi.

Dari pengamatan suryamalang.com di RSUD dr Haryoto, di dalam lemari pendingin mayat (mortuary cabinet) ada 6 jenazah korban erupsi Gunung Semeru tak terurus.

Padahal, sudah satu bulan jenazah-jenazah itu tersimpan di mortuary cabinet.

Semua mayat itu ditemukan setelah Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jatim menutup posko ante mortem.

Semua identitas jenazah belum diketahui. Sebab, semua kondisi jenazah yang ditemukan tinggal berupa potongan tulang belulang (bodi part).

Kabarnya, sejak ada 6 jenazah tersimpan di lemari pendingin, sudah beberapa orang mendatangi RSUD dr Haryoto.

Rata-rata mereka mengaku pihak keluarga dari salah satu jenazah.

Tentunya, mereka ingin membawa pulang jenazah untuk dimakamkan. Sayangnya keinginan ini selalu mentah. 

Agus Wahyudi Kabag Umum RSUD dr Haryoto mengatakan bahwa, semenjak Tim DVI ditarik mundur, Pemkab Lumajang menunjuk rumah sakit ini hanya untuk penampungan temuan jenazah baru.

Semua proses identifikasi korban bencana Gunung Semeru yang tidak lagi dikenali dilakukan oleh tim tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.

"Kalau ada penemuan langsung kami informasikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sana yang langsung menghubungi Tim DVI," kata Agus, Rabu (16/2//2022).

Hasil dari koordinasi lintas rumah sakit tersebut sejauh ini belum ada kejelasan soal penanganan 6 jenazah.

Belum ada informasi jenazah-jenazah tersebut dilakukan tes DNA. Sedangkan, sudah satu bulan jenazah-jenazah itu tersimpan di mortuary cabinet.

"Rumah sakit ini hanya punya 4 mortuary cabinet. Kalau ada penemun khawatirnya tempat kami sudah gak bisa nyimpan," keluhnya.

Terkait lambatnya perlakuan 6 jenazah ini, diduga karena Rumah Sakit Bhayangkara juga masih menunggu Polda Jatim mengerahkan personel DVI Polda Jatim.

Akan tetapi, sampai berita ini ditulis pihak Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang belum bisa dimintai konfirmasi.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved