Banner Heboh di Kota Malang
Pemkot Pastikan Tak Pernah Ada Wacana Halal City di Kota Malang
Pemkot Malang memastikan tidak pernah ada wacana halal city. Bagaimana konsep sebenarnya?
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang memastikan tidak pernah ada wacana halal city.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, M Nur Widianto menjelaskan wacana yang ada adalah Malang Halal.
Malang Halal termasuk bagian dari The Future of Malang yang telah digagas sejak 2018.
"Tidak ada tajuk lain, selain Malang Halal. The Future of Malang bagiannya ada Malang Halal Tourism," ucap Nur Widianto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (17/2/2022).
Pria yang akrab disapa Wiwid ini mengatakan pernah ada diskusi publik terkait program Malang Halal pada 2018.
Saat itu tidak terjadi permasalahan terkait program Malang Halal.
Dia menjelaskan Malang Halal tidak bermaksud untuk berfikir dan bertindak secara diskriminatif, tapi mengayomi dan memberi perlindungan bagi semua warga.
Seperti di bidang kuliner, pelaku usaha bisa mencantumkan bahwa dagangannya merupakan produk halal atau tidak halal.
Jasa travel atau perhotelan dapat menyediakan sarana peribadatan atau kitab suci semua agama.
"Justru ini menguatkan toleransi dan kebersamaan sehingga masyarakat terfasilitasi. Jadi, ini dapat merangkul semuanya."
"Ini yang membuat kerukunan dan toleransi memiliki wadahnya, dan sangat jauh dengan hal yang dipersepsikan," terangnya.
Wiwid menjelaskan Malang Halal untuk memberi kenyamanan dan perlindungan dari aisi hegenis dan keamanannya.
Makanya pelaku usaha harus mencantumkan informasi secara jelas kepada masyarakat.
"Sebenarnya Malang Halal mengacu pada kebijakan pusat, provinsi, dan kota/kabupaten terkait penilaian wisata halal," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/banner-bertulis-malang-tolerant-city-not-halal-city-sempat-terpasang-di-alun-alun-tugu.jpg)