Intip Wujud Keranda dan Kain Kafan yang Disimpan Dorce Gamalama 6 Tahun Lalu, Tangis Anak Tersorot

Inilah penampakan kain kafan dan keranda yang sudah disiapkan Dorce Gamalama sebelum meninggal dunia.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Instagram @dg_kcp/Tribunnews/Alivio
Potret penampakan kain kafan dan keranda 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Inilah penampakan kain kafan dan keranda yang sudah disiapkan Dorce Gamalama sebelum meninggal dunia.

Seperti diketahui, mendiang Dorce Gamalama ini sudah menyiapkan perlengkapan kematiannya mulai dari keranda hingga kain kafan semasa hidup.

Sederet perlengkapan untuk pemakaman Dorce Gamalama ini pun telah ia siapkan dan disimpan sejak 6 tahun lalu.

Namun, apa yang disimpan Dorce Gamalama itu terlihat setelah sang artis meninggal dunia pada Rabu (16/2/2022).

Lantas bagaimana penampakannya?

Baca juga: Jawaban Tegas Maia Estianty Pilih Sosok Ini Dampingi di Pernikahan Al, El, Dul, Boy William Kaget

Dorce Gamalama meninggal dunia di usia 58 tahun setelah berjuang melawan penyakit Covid 19 dibarengi beberapa penyakit lainnya.

Kepergian Bunda Dorce menjadi isu hangat di tengah masyarakat, mengingat almarhum sempat meninggalkan wasiat.

Dorce Gamalama yang dimakamkan sebagai Dedi Yuliardi Ashadi bin Ahmad Ketjepet itu sempat menitipkan pesan agar dikubur sebagai seorang perempuan.

Namun dengan berbagai pertimbangan yang sudah dipikir dengan sangat matang, keluarga memutuskan agar Dorce Gamalama dikuburkan sesuai dengan kodrat ketika ia dilahirkan.

Adapun, Dorce Gamalama diketahui telah menyiapkan keranda, kain kafan, hingga liang kubur untuk dirinya sendiri sejak enam tahun lalu.

Ketika itu, usia Dorce Gamalama adalah 52 tahun.

Ia menyiapkan bekal mati tersebut saat sedang berulang tahun.

Pada kesempatan yang tayang di YouTube Cumicumi edisi (25/7/2915) silam, Dorce Gamalama memperlihatkan kain kafan dan keranda yang sudah dipersiapkannya.

Makam Dorce Gamalama tengah dipersiapkan oleh petugas TPU Bantar Jati, Setu, Jakarta Timur
Makam Dorce Gamalama tengah dipersiapkan oleh petugas TPU Bantar Jati, Setu, Jakarta Timur (KOMPAS.com/Ady Prawira Riandi)

Saat itu Dorce Gamalama merayakan ulang tahun sekaligus menggelar syukuran untuk masjid yang ia bangun.

Masjid tersebut adalah masjid yang sama dengan yang digunakan untuk menyalatkan almarhum, yakni Masjid Al Hayyu di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Usai berdoa bersama, sosok yang dikenal ceria dan gemar berbagi itu mengajak awak media ke belakang masjid.

Ia menunjukkan keranda dan kain kafan yang disimpannya di sana.

"Kelak saya akan disemayamkan, di belakang sudah ada pemakaman saya, keranda juga kan kafan saya," ujar Dorce Gamalama saat itu

Saya bukan menentang, tapi saya mempersiapkan bila Izrail datang," lanjut dia.

Seperti dilansir dari Sosok.id: Inilah Wujud Keranda dan Kain Kafan yang Disimpan Dorce Gamalama untuk Dirinya Sendiri Sejak 6 Tahun Lalu

Menurut Dorce Gamalama, mempersiapkan benda-benda tersebut sekaligus upaya agar dirinya lebih mawas diri.

"Mawas diri aja, karena kita gak pernah tahu umur," ujar Dorce Gamalama.

"Sekali lagi umur, umur dan umur. Apakah ke depannya nanti saya dikasih kesempatan sama Allah untuk beridul Fitri," tambahnya.

Adapun persiapan semacam itu juga diberikan Dorce Gamalama untuk ketiga anaknya.

Di sisi lain, soal wasiat Dorce Gamalama ada yang tak bisa dilaksanakan.

Wasiat pertama yang gagal dilaksanakan pihak keluarga adalah keinginan Dorce Gamalama dimakamkan di belakang Masjid Al Hayyu, Lubang Buaya.

Masjid tersebut adalah bangunan peninggalan Dorce Gamalama.

Jauh sebelum kematiannya, sejak 6 tahun lalu Dorce Gamalama telah menyiapkan keranda, kain kafan, dan bahkan liang lahat tempatnya dikuburkan.

Wasiat itu juga disinggung kembali oleh Dorce Gamalama pada kesempatan belum lama ini, saatberbincang di YouTube Denny Sumargo.

"Saya kan punya kain kafan sendiri, saya kan punya kuburan sendiri, di rumah saya di Lubang Buaya, itu masjid, nah di sebelahnya itu tempat saya pulang," ujar Dorce Gamalama.

Sayangnya, keinginan itu tak bisa diwujudkan.

Dorce Gamalama yang meninggal dunia saat terinfeksi Covid-19 itu dimakamkan di TPU Bantar Jati, Setu, Jakarta Timur.

Almarhum dikuburkan satu liang lahat dengan keponakannya.

Wasiat lain yang juga tak bisa dipenuhi adalah keinginan Dorce Gamalama diperlakukan sebagai perempuan di akhir hayatnya.

Ia sempat meminta agar dimandikan, disalatkan, dan dikuburkan sebagai perempuan.

Namun, keluarga memutuskan untuk menguburkannya sebagai laki-laki.

Nama yang tertulis di nisannya pun adalah nama lahir Dorce Gamalama, Dedi Yuliardi Ashadi bin Ahmad Ketjepet.

Imam masjid, Ustaz Anan, saat menyolatkan almarhum berada sejajar dengan kepala jenazah.

Artinya Dorce Gamalama dimakamkan sebagai laki-laki.

Kepergian Dorce Gamalama membuat histeris anak angkatnya, Siti Fatimah Tuzzahra.

Dilansir dari Warta Kota Fatimah tampak sangat terpukul kehilangan Ibundanya.

Saat peti mati dimasukkan ke liang lahat, Fatimah langsung berteriak menangis histeris.

"Mama...Maaf ma," ujar Fatimah pilu.

Hingga seluruh keluarga menaburkan bunga, tangisan Fatimah masih merongrong.

"Mamah...," ucapnya lirih.

Di sisi kiri makam sang Ibu, ia memegang tanah kuburan sembari menaburkan kembang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved