Berita Jember Hari Ini

Motif dan Jejak Pembunuhan Galau, Kasus Mahasiswa Unej yang Baru Terungkap Setelah 10 Tahun

Kasus pembunuhan Galau Wahyu Utama (19) di Jember akhirnya terungkap setelah proses penyelidikan berjalan selama 10 tahun.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Dua tersangka pembunuhan Galau, mahasiswa Unej 10 tahun silam, setelah ditangkap saat rilis di Mapolres Jember, Kamis (24/2/2022) 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Kasus pembunuhan Galau Wahyu Utama (19) di Jember akhirnya terungkap setelah proses penyelidikan berjalan selama 10 tahun.

Kasus pembunuhan dengan korban seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej) asal Kabupaten Bondowoso bernama Galau itu baru terungkap dan 2 pelakunya ditangkap.

Kasus pembunuhan ini muncul pada Selasa (26/2/2012) seiring dengan penemuan jasad korban.

Kasusnya baru terungkap dan pelakunya ditangkap pada Senin (21/2/2022).

Pelaku pembunuhan Galau yang telah dibekuk ialah Arif Rachman Hakim (33) warga Desa Sukowiryo Kecamatan Jelbuk.

Motif dan jejak yang menjadi kunci pengungkapan kasus pembunuhan itupun terbuka ketika pelakunya tertangkap.

Salah satu pelaku, yang juga merupakan otak pembunuhan, Arif, merupakan mantan mahasiswa Unej juga yang tak menyelesaikan studynya.

Diketahui jika motif pembunuhan Galau adalah keinginan menguasai mobil korban, sebuah mobil Honda Jazz baru saat itu.

Tersangka Arif mengincar mobil korban karena ia ingin menunjukkan mobil Honda Jazz itu sebagai miliknya di hadapan calon mertua kala itu.

Untuk diketahui, korban Galau ditemukan meninggal dalam kondisi jasad terbakar di sebuah lahan kosong di Jl M Yamin Kelurahan Tegalbesar, Kaliwates, Jember, Selasa (26/2/2012).

Sebelumnya, sejak Senin (25/2/2022) malam, keberadaan pemuda itu sudah dalam pencarian keluarga.

Kasus pembunuhan Galau sendiri selama 10 tahun mengambang, hingga akhirnya terungkap saat ini setelah muncul jejak berupa keberadaan mobil korban.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menyebut tersangka Arif sudah gelap mata akibat kerap diejek calon mertuanya.

"Tersangka A ini sering diejek calon mertuanya ketika itu, karena dianggap kurang secara ekonomi," kata Hery dalam rilis, Kamis (24/2/2022).

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved