Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Rusia-Ukraina Perang, Dosen UB Beri Saran Indonesia Terapkan Politik Bebas Aktif

Saat ini terjadi perang antara Rusia-Ukrania yang menarik perhatian dunia. Banyak negara sudah mulai memberikan sanksi pada Rusia.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Humas FISIP UB
Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB), Arief Setiawan SIP MA, Jumat (25/2/2022).  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Saat ini terjadi perang antara Rusia-Ukrania yang menarik perhatian dunia.

Banyak negara sudah mulai memberikan sanksi pada Rusia. Bagaimana Indonesia bersikap?

Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB), Arief Setiawan SIP MA mengatakan, Indonesia  harus tetap menerapkan politik bebas aktif. 

"Dan berpegang teguh sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu mewujudkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ucap Arief dalam rilis humas Fisip UB, Jumat (25/2/2022).

Dikatakan, Indonesia harus segera mendorong kedua negara untuk berdamai. Jika tidak bisa, Indonesia dinilai harus mengambil langkah mencegah agar jangan ada negara lain yang terlibat dalam konflik ini.

“Indonesia harus mendorong agar kedua negara berdamai, itu langkah paling maksimal. Langkah minimalmnya Indonesia harus mencegah jangan ada negara yang terlibat jangan sampai meluas melibatkan negara lain karena akan makin susah menyelesaikannya,” papar Arief.

Alumni Magister di Peoples' Friendship University of Russia ini mengungkapkan Indonesia punya kedekatan khusus dengan Rusia

“Pemerintah harus segera melobi rusia agar menghentikan serangan karena kita harus belajar soal Irak, Afghanistan dan Libya akan jadi konflik berkepanjangan, membuat masyarakat tidak aman dan anak anak akan terlantar,” ucap Arief.

Namun Arief menjelaskan Indonesia harus mengambil sikap dengan cara tidak mengancam tapi melakukan lobi. 

“Indonesia punya sejarah panjang dengan Rusia. Dan Indonesia juga masih dibutuhkan oleh mereka. Apalagi warga Rusia itu menilai Indonesia adalah saudara muda mereka,” paparnya.

Maka ia mengingatkan Indonesia punya hubungan spesial dengan Rusia sejak era Bung Karno. 

“Saya disana (Rusia) selama tiga tahun dan tahu betul Rusia sangat menghargai Indonesia. Kita ingat bagaimana Bung Karno disambut rakyat Moscow. Bbahkan Rusia juga membantu saat pembebasan Irian Barat,” paparnya.

Bahkan banyak lagu Indonesia yang diterjemahkan ke Bahasa Rusia dan menjadi lagu hits di negara tersebut. 

Pada 2014 ada, sebanyak tujuh kampus di Rusia yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia. kedekatan historis inilah yang harus dimanfaatkan Indonesia dengan cara melakukan lobi yang tidak mengancam.

“Karena itu jangan sampai Indonesia mengeluarkan pernyataan yang justru memanaskan situasi,” pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved