Berita Malang Hari Ini

Terkait Perang Rusia Vs Ukraina, Dosen UB Malang Sarankan Indonesia Terapkan Politik Bebas Aktif

Perang Rusia Vs Ukraina, Dosen Lulusan Kampus Rusia Sarankan Indonesia Terapkan Politik Bebas Aktif

ANTARA FOTO/REUTERS/Umit Bektas/FOC/djo via Kompas.com
Sejumlah orang berseragam melempatkan berbagai benda ke api di depan gedung intelijen di unit Kementrian Pertahanan Ukraina, di Kyiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Saat ini terjadi perang antara Rusia vs Ukrania yang menarik perhatian dunia. Banyak negara sudah mulai memberikan sanksi pada Rusia.

Bagaimana Indonesia bersikap? Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB) Malang, Arief Setiawan SIP MA mengatakan, Indonesia harus tetap menerapkan politik bebas aktif.

"Dan berpegang teguh sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu mewujudkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ucap Arief dalam rilis humas Fisip UB yang diterima SURYAMALANG.COM, Jumat (25/2/2022).

Dikatakannya, Indonesia harus segera mendorong kedua negara untuk berdamai. Jika tidak bisa, Indonesia dinilai harus mengambil langkah mencegah agar jangan ada negara lain yang terlibat dalam konflik ini.

"Indonesia harus mendorong agar kedua negara berdamai, itu langkah paling maksimal."

"Langkah minimalmnya Indonesia harus mencegah jangan ada negara yang terlibat jangan sampai meluas melibatkan negara lain karena akan makin susah menyelesaikannya," papar Arief.

Alumni Magister di Peoples' Friendship University of Russia ini mengungkapkan Indonesia punya kedekatan khusus dengan Rusia.

"Pemerintah harus segera melobi Rusia agar menghentikan serangan karena kita harus belajar soal Irak, Afghanistan dan Libya akan jadi konflik berkepanjangan, membuat masyarakat tidak aman dan anak-anak akan terlantar," ucap Arief.

Namun Arief menjelaskan Indonesia harus mengambil sikap dengan cara tidak mengancam tapi melakukan lobi.

"Indonesia punya sejarah panjang dengan Rusia. Dan Indonesia juga masih dibutuhkan oleh mereka."

"Apalagi warga Rusia itu menilai Indonesia adalah saudara muda mereka," paparnya.

Maka ia mengingatkan Indonesia punya hubungan spesial dengan Rusia sejak era Bung Karno.

"Saya di sana (Rusia) selama tiga tahun dan tahu betul Rusia sangat menghargai Indonesia. Kita ingat bagaimana Bung Karno disambut rakyat Moscow."

"Bahkan Rusia juga membantu saat pembebasan Irian Barat," paparnya.

Bahkan banyak lagu Indonesia yang diterjemahkan ke Bahasa Rusia dan menjadi lagu hits di negara tersebut.

Pada 2014 ada, ada sebanyak tujuh kampus di Rusia yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia. kedekatan historis inilah yang harus dimanfaatkan Indonesia dengan cara melakukan lobi yang tidak mengancam.

"Karena itu jangan sampai Indonesia mengeluarkan pernyataan yang justru memanaskan situasi," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved