Petinju Hero Tito Meninggal Dunia

Pemprov Jatim Sebut Meninggalnya Heru Tito Adalah Duka Masyarakat Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut berduka cita atas kepergian petinju nasional asal Pakis Kabupaten Malang Hero Tito

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Hero Tito, petinju dari d"Kross Boxing Camp menunjukan sabuk juara dunia World Profesional Boxing Federation, Rabu (30/11/2016). 

SURYAMALANG.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut berduka cita atas kepergian petinju nasional asal Pakis Kabupaten Malang Heru Purwanto alias Hero Tito (35) pada Kamis 3 Maret 2022.

Secara khusus, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim Pulung Chausar menyampaikan bela sungkawa Gubernur Khofifah pada keluarga Heru Tito di rumah duka di RT 3 RW 3 Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (4/3/2022).

"Ibu Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa menyampaikan turut bela sungkawa atas wafatnya Sam Hero Tito atlet kebanggaan warga Jawa Timur khususnya masyarakat Malang," ujar Pulung pada media usai takziyah.

Selain mengucapkan duka cita, juga memberikan spirit, kekuatan moril serta menyerahkan santunan ke ahli waris.

"Kami merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Kepergian Heru Tito Duka Warga Masyarakat Jatim. Semoga almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan sabar," tutur Pulung.

Kadispora Jatim Pulung didampingi Sekretaris Camat Pakis Eno Imam takziah ke rumah duka, diterima Nurul-istri serta kedua anaknya, Kades Banjarejo Suko dan kakak serta kerabat almarhum Heru Tito.

Nurul mengucapkan terima kasih atas tali asih dari Gubernur Jatim yang diserahkan oleh Kadispora Jatim.

"Terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Bu Gubernur," ujar Nurul, istri almarhum Heru Tito.

Ia menceritakan pesan almarhum, yang ingin membangun rumah untuk istri dan anak-anaknya, serta sasana tinju di depan rumahnya.

"Bantuan dari Bu Gubernur dan bantuan dari mana pun akan digunakan untuk mewujudkan cita-cita Mas Heru Tito membangun rumah dan sasana tinju," tuturnya.

Sebelumnya, petinju Hero Tito asal Malang telah dinyatakan meninggal dunia usai mengalami koma selama lima hari.

Petinju berusia 35 itu melakoni pertarungan terakhirnya saat menghadapi James Mokoginta di ajang Holywings Sport Show, Minggu (27/2/2022).

Pertarungan Hero Tito melawan Mokoginta digelar memperebutkan sabuk kelas ringan Asosiasi Tinju Indonesia (ATI). Dalam pertarungan tersebut, bapak dua anak itu tumbang saat menerima pukulan beruntun dari Mokoginta di ronde ke tujuh.

Hero dibawa ke rumah sakit dan diketahui mengalami pembengkakan otak. Setelah lima hari menjalani perawatan intensif, pada Kamis (3/4/2022) sekitar pukul 16.45, Hero Tito dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah dimakamkan di TPU Dusun Sindurejo, Pakis, Kabupaten Malang, pada Jumat pagi tadi.

Hero Tito alias Heru Purwanto sudah bertarung sebanyak 47 kali dengan rincian 29 menang dan 16 kali kalah (5 diantaranya berakhir KO).

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved