Berita Lumajang Hari Ini

Warga Lumajang Terlilit Utang Seusai Dapat Bantuan Bedah Rumah, Begini Klarifikasi Lembaga Zakat

lembaga zakat yang memberikan bantuan bedah rumah menyatakan penyaluran subsidi bedah rumah Viki telah sesuai tahapan prosedural.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: isy
tony hermawan/suryamalang.com
Rumah yang ditempati Viki dan istrinya. Warga Lumajang ini kebingungan lantaran terjerat utang setelah mendapat program bedah rumah dari sebuah lembaga zakat. 

Berita Lumajang Hari Ini

SURYAMALANG.COM | LUMAJANG - M Viki (24) warga asal Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun. Nahasnya, dia terlilit utang setelah mendapat program bantuan bedah rumah dari sebuah lembaga zakat.

Sekitar 4 bulan lalu, Viki mendapat subsidi bedah rumah Rp 10 juta dari lembaga tersebut.

Namun rupanya, biaya renovasi menelan dana sebesar Rp16 juta.

Praktis, setelah bangunan rumahnya baru, dia justu terlilit utang Rp 6 juta di sebuah toko material bangunan.

Viki baru mengetahui biaya rehab rumahnya membengkak hingga belasan juta setelah pengerjaannya beres.

Sementara itu, ketua lembaga zakat yang memberikan bantuan bedah rumah, Atok Hasan Sanusi, menyatakan penyaluran subsidi bedah rumah Viki telah sesuai tahapan prosedural.

Sebelum dana cair, pihaknya sudah melakukan survey. 

"Umumnya, pengerjaan renovasi rumah akan dikerjakan oleh tim lapangan dari Baznas. Tapi saya melihat di proposal sudah ada tim lapangan yang ditunjuk dari desa, maka saya tidak menunjuk tim lapangan baru. Uang Rp 10 juta kami titipkan kepada koordinator bernama Anang," kata Atok.

Diketahui, uang tunai senilai Rp 10 juta merupakan memang anggaran maksimal program subsidi bedah rumah.

Jika pun biaya renovasi rumah ternyata melebihi anggaran subsidi, biasanya Baznas akan koordinasi dengan pemilik rumah.

"Supaya biaya perbaikan rumah disesuaikan dengan anggaran yang ada. Semangatnya program ini swadaya. Jadi misalkan uang Rp 10 juta itu kurang, harapannya masyarakat sekitar tergerak membantu menyumbang material atau tenaga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Munder Samsul Hadi membenarkan bahwa, subsidi bedah rumah Viki telah melewati tahapan-tahapan prosedural.

Bahkan, ketika anggaran tersebut cair juga telah disaksikan Forkopimca setempat.

Dengan begitu, dia akan melakukan mediasi terhadap Viki dan penyalur bantuan untuk menyelesaikan masalah pembengkakan biaya bedah rumah.

"Kalau program dari kabupaten tentu desa akan tanggung jawab. Karena ini dikerjakan pihak lain tentu kami akan semaksimal mungkin mencari solusi," tandas Samsul Hadi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved